Berita Internasional

Terungkap Penyebab Tsunami, Lengkap Dengan Video 3D, 14 Tsunami Terbesar di Dunia

Terungkap, penyebab tsunami, lengkap dengan video 3D, 14 tsunami terbesar di dunia, beberapa diantarnya di Indonesia.

net
ilustrasi tsunami 

Sebenarnya yang menyebabkan air laut surut karena, sesaat sebelum munculnya gelombang tsunami, permukaan laut turun secara mendadak yang disebabkan oleh gempa bumi, longsor dan faktor lain, sehingga terdapat kekosongan ruang dan menyebabkan air laut pantai tertarik dan ketika gelombang tsunami sudah tercipta baru kembali ke pantai dengan gelombang yang besar.

3. Tanda Tanda Alam Yang Tidak Biasa

Seperti gerakan angin yang tidak biasa, perilaku hewan hewan yang aneh, misalnya kelelawar yang biasanya tidur di siang hari terlihat aktif akif pada 30 menit sebelum terjadinya tsunami. Burung burung yang terbang bergerombol yang sebelumnya tidak pernah terjadi.

Begitu juga perilaku hewan hewan darat yang gelisah seperti yang terjadi di Thailand dimana sekitar satu jam sebelum tsunami menghantam negara tersebut, diketahui gajah gajah berlarian menuju bukit untuk menyelamatkan diri.

4. Terdengar Suara Gemuruh

Menurut pengakuan saksi mata kejadian tsunami tahun 2004 silam, sesaat sebelum datangnya gelombang tsunami terdengar suara gemuruh keras seperti kereta yang mengangkut barang. Ada juga yang mengatakan terdengar suara ledakan kecil dari kejauhan secara berulang ulang dan angin yang berhembus tidak biasa.

Sistem Peringatan Dini Bahaya Tsunami

Kota kota yang berada di sekitar samudera Pasifik sudah memiliki sistem keamanan terhadap bahaya tsunami. Mereka menciptakan sebuah alarm peringatan yang akan berbunyi jika tsunami muncul serta sudah menyiapkan skema evakuasi secara cepat dan tepat.

Sebenarnya bencana tsunami dapat diketahui sejak dini yakni dengan memasang perangkat yang berada di permukaan dan dasar laut yang berfungsi untuk memonitor pergerakan gelombang.

Sehingga ketika terdapat gelombang laut yang tidak biasa, maka perangkat tersebut akan mengirimkan sinyal kepada satelit yang kemudian diteruskan kepada stasiun/ badan yang berwenang untuk segera disampaikan kepada seluruh masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah yang akan terkena dampak tsunami tersebut.

Negara maju seperti Amerika Serikat sudah sejak lama memiliki teknologi seperti ini, diketahui sudah mengembangkan-nya sejak tahun 1920an dan di sempurnakan pada tahun 1949 dan menghubungkannya ke jaringan data Internasional pada tahun 1965.

Salah satu sistem peringatan dini tsunami yang sudah dikembangkan AS adalah CREST Project yang telah dipasang di pantai barat Amerika Serikat, Hawaii dan Alaska oleh NOAA, USGS dan PNSN (Pasifik Northwest Seismograph Network).

Sementara untuk Indonesia sudah memiliki sistem peringatan dini bahaya tsunami yang dikembangkan pemerintah dengan bantuan negara negara lain yang dinamakan dengan Indonesia Tsunami Early System (InaTEWS). Sistem tersebut berpusat di Badan Metreologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Jakarta. Diharapkan sistem peringatan tsunami Indonesia tersebut dapat memberikan 3 tingkat peringatan, dan saat ini InaTEWS sedang disempurnakan.

Sebuah perangkat peringatan dini tsunami merupakan sistem yang rumit, sehingga dalam pembuatan dan pengembangan-nya harus melibatkan tenaga tenaga ahli sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pemyampaian informasi yang dikeluarkan oleh badan berwenang. Berikut cara kerja sistem peringatan dini tsunami:

Saat terjadi gempa bumi, alat seismograph akan mencatat informasi gempa seperti kekuatan, letak koordinat, waktu terjadinya yang kemudian dikirimkan melalui satelit ke stasiun BMKG yang ada di Jakarta.

Baca: Inilah Deretan Makanan Asal Indonesia Yang Digemari 7 Member BTS

Baca: Begini Komentar Tetangga-Tetangga Soal Sifat dan Karakter Ratna Sarumapet, Ibu Dari Atiqah

Selanjutnya data gempa bumi tersebut dimasukan kedalam DSS untuk memperhitungkan apakah gempa tersebut berpotensi tsunami atau tidak. Perhitungan yang dilakukan DSS sudah teruji keakuratan-nya karena sebelumnya telah dilakukan jutaan skenario modelling.

Hasil kalkulasi dari DSS tersebut dapat dijadikan informasi oleh BMKG yang akan diteruskan kepada masyarakat melalui pemerintahan daerah masing masing. Dapat juga melalui Media seperti Televisi, Fax, Email dan Radio.
Peristiwa Tsunami Dalam Sejarah

Sepanjang sejarah sudah tak terhitung lagi kejadian tsunami, faktor yang menyebabkan-nya karena sedikitnya dokumentasi yang ada atau tsunami skala kecil yang terjadi pada daerah yang tidak berpenduduk sehingga tidak terhitung dan tercatat. Namun terdapat beberapa bencana tsunami yang dampaknya sangat merusak serta menimbulkan banyak korban jiwa dengan daftar sebagai berikut:

1. Tsunami Laut Mediterania (6000 SM),

Merupakan tsunami paling tua yang kejadiannya dapat dibuktikan oleh ilmuwan. Penyebab terjadinya tsunami ini karena terjadi longsor skala besar pada gugusan es yang langsung menghantam permukaan laut mediterania sehingga menimbulkan gelombang setinggi 50 meter

2. Tsunami Zaman Yunani Kuno (1500 SM),

Merupakan bencana tsunami yang disebabkan oleh letusan gunung berapi yang berada di dekat pulau Thera. Menurut prediksi ahli geologi tsunami ini menghasilkan gelombang setinggi 15 meter dan menewaskan ratusan ribua jiwa serta menghancurkan peradaban Minoa yang sedang berkembang saat itu.

3. Tsunami Portugal (1 November 1755)

Diawali terjadinya gempa bumi sebesar 9 Skala Ricther dengan episentrum yang terletak sekitar 200 km barat daya tanjung St Vincent. Tsunami tersebut terjadi di pagi hari yang kemudian diikuti oleh kebakaran hebat yang melanda kota Lisbon sehingga menyebabkan kehancuran total ibukota Portugal tersebut.

Diperkirakan terdapat 60 ribu hingga 100 ribu orang tewas akibat terjangan salah satu tsunami terbesar dalam sejarah yang pernah melanda daratan Eropa.

Baca: Ternyata Hal Ini Yang Bikin Ratna Sarumpaet Mau Mengakui Kebohongannya, Mengharukan

Baca: Ari Wibowo Unggah Kalimat Ahok, Satu Persatu Dipermalukan, Langsung Banjir Komentar Netizen

4. Tsunami China (1782)

Gempa tektonik yang terjadi di laut China Selatan atau didekat Taiwan sehingga menimbulkan tsunami dahsyat yang menewaskan setidaknya 40 ribu orang. Berdasarkan catatan tsunami yang dikeluarkan Russia, gelombang air laut masuk ke daratan hingga berjarak 120 kilometer dari bibir pantai.

5. Tsunami Krakatau (1883)

Merupakan tsunami yang disebabkan oleh letusan gunung krakatau yang berada di selat sunda. Dahsyatnya letusan menyebabkan munculnya gelombang yang meyapu bersih semua desa desa yang berada di sekitar garis pantai lampung bagian selatan dan ujung barat pulau jawa. Terdapat sekurang kurangnya 36 ribu korban jiwa tewas akibat gunung meletus yang kemudian diikuti dengan tsunami tersebut.

6. Tsunami Jepang (1896)

Gempa bumi memang sering terjadi setiap tahun di jepang dan umumnya tidak menimbulkan banyak korban jiwa. Namun tidak seperti yang terjadi pada penghujung abad 19 dimana tsunami terjadi setelah terjadinya gempa tektonik sehingga menghasilkan gelombang setinggi 30 meter yang menyapu bersih seluruh pantai timur jepang kala itu dan menewaskan sekitar 27 ribu orang.

7. Tsunami Hawaii (1 April 1946)

Sering disebut dengan Peristiwa April Fool yang bermula dari terjadinya gempa di Alaska sehingga menciptakan gelombang tsunami yang menjalar hingga Hawaii yang berjarak ribuan kilometer dan dilaporkan ada 159 orang tewas.

8. Tsunami Teluk Lituya (9 Juli 1958)

Merupakan tsunami dengan gelombang tertinggi yang pernah diketahui manusia. Penyebab berawal dari gempa bumi sehingga meruntuhkan batuan dan material dengan volume 30,6 juta meter kubik sehingga menghantan permukaan air dan menciptakan gelombang tsunami setinggi 524 meter. Karena tsunami ini terjadi di daerah terpencil, maka tidak banyak korban jiwa yang jatuh, hanya ada 2 orang nelayan yang tewas atas musibah ini.

9. Tsunami Chile (22 Mei 1960)

Merupakan tsunami sebelumnya disebabkan oleh gempa bumi dengan magnitudo sebesar 9.5 SR dan merupakan gempa bumi paling kuat yang pernah terekam dalam sejarah manusia. Gempa bumi yang terjadi di siang hari sekitar pukul 14.11 waktu setempat menyebabkan terjadinya gelombang tsunami yang menghantan Chile, Alaska, Filipina, Jepang, Hawaii, Selendia Baru hingga mencapai tenggara Australia. Tsunami ini mengakibatkan kehancuran total di sepanjang garis pantai Chile dan korban tewas mencapai ribuan orang.

Baca: Beginilah Ciri Khas 7 Member BTS Yang Membedakan Mereka Satu Sama Lainnya, Army Wajib Tahu

10. Tsunami Good Friday (27 Maret 1964)

Tsunami yang terjadi pada hari jumat di alaska dengan gelombang setinggi 67 meter menghantam Valdes Inlet dan gelombang kiriman setinggi 6 meter menyapu pantai California. Berdasarkan data yang dihimpun terdapat 120 orang tewas yang mana 10 diantaranya berasal dari California.

11. Tsunami Filipina (23 Agustus 1976)

Tsunami yang dipicu oleh gempa bumi berkekuatan 7.9 SR menerjang pantai barat daya Filipina dan menewaskan 8 ribu orang. Dan tsunami yang terjadi di Papua New Guinea yang terjadi pada tahun 1998 yang disebabkan oleh gempa bumi berkekuatan 7.1 SR dan menewaskan sekitar 2200 orang.

12. Tsunami Aceh (26 Desember 2004)

Merupakan tsunami terbesar sepanjang sejarah berdasarkan jumlah korban yang tewas. Ada sekitar 266 ribu orang meninggal dunia yang tersebar di Indonesia, India, Srilangka, Thailand, Maladewa, Bangladesh hingga gelombangnya mencapai pantai timur benua Afrika. Gempa tersebut diawali oleh gempa bumi berkekuatan 9.1 hingga 9.3 SR menjadikannya sebagai gempa bumi ke-4 terbesar dalam sejarah. Sekitar 3 bulan setelah bencana tsunami aceh, timbul lagi tsunami yang terjadi di Nias yang menewaskan 1300 orang yang diawali dari gempa 8.7 SR.

13. Tsunami Yogyakarta (27 Mei 2006)

Diawali dengan gempa bumi berkekuatan 5.9 SR yang berpusat di selatan kota Bantul, Yogyakarta sehingga menimbulkan gelombang tsunami yang menyapu pantai selatan Jawa. Ada sekitar 3000 orang lebih tewas akibat bencana tersebut.

Baca: Perhatian! Lakukan Hal Ini Sebelum, Saat Dan Paska Gempa Bumi, Agar Kamu Bisa Selamat

14. Tsunami Mentawai (25 Oktober 2010)

Merupakan bencana tsunami yang terjadi pada malam hari di kepulauan Mentawai (Barat Sumatera) yang dipicu oleh gempa bumi dengan kekuatan sebesar 7.2 SR sehingga menghancurkan 77 desa dan ratusan orang tewas dan hilang akibat bencana tersebut.

Penyebab tsunami di dunia dan di Indonesia sendiri hampir sama, serta banyak tragedi dan korban jiwa yang telah direngut karena kejadian ini. Berdoa pada Tuhan serta penerapan teknologi pendeteksi dini tsunami adalah solusi meminimalisir korban jiwa.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved