Berita Kabupaten TTU

12 Perusahaan Kayu Beroperasi di TTU

di TTU ada 12 perusahaan melakukan pengiriman kayu antar pulau atau daerah, terdiri dari kayu rakyat ada enam perusahaan, sedangkan

12 Perusahaan Kayu Beroperasi di TTU
POS KUPANG.COM/TOMMY MBUNGA NULANGI
Keterangan Gambar: POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI/Tumpukan kayu sonokeling yabg disita oleh UPT KPH Kabupaten TTU di halaman Kantor Dinas Kehutanan TTU lama. Gambar diambil, Senin (15/10/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Sebanyak 12 perusahaan kayu beroperasi di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Ke 12 perusahaan tersebut melakukan penebangan dan pengiriman kayu baik kayu sonokeling maupun kayu rakyat keluar daerah atau pulau.

"Kita di TTU ini ada 12 perusahaan yang melakukan pengiriman kayu antar pulau atau daerah, terdiri dari kayu rakyat ada enam perusahaan, sedangkan enam perusahaan lain melakukan aktifitasnya untuk kayu sonokeling," ungkap Kepala Unit Pengelolah Teknis (UPT) Kesatuan Pengelolah Hutan (KPH) Kabupaten TTU Stefanus Kono, Sos kepada Pos Kupang di ruang kerjannya, Senin (15/10/2018).

Baca: KPU TTS Mulai Sortir Logistik untuk Pemungutan Suara Ulang

Baca: Seleksi CPNS Pemprov NTT! 7.800 Orang Mendaftar di BKD NTT

Stefanus mengatakan, enam perusahaan yang beroperasi melakukan penebangan dan pengiriman kayu sonokeling keluar daerah tersebut diantaranya CV. Fortuna 17, CV. Timor Bumi Makmur, UD. Bersaudara, UD. Sahabat Setia, CV. Inrichi ada indikasi CV. Devasa.

"Perusahaan yang satu ini baru, artinya izin untuk Tempat Pengumpulan Kayu Ratyat Terdaftar (TPRK) sudah ada. Tapi perusahaan ini belum melakukan aktifitas, hanya indikasinya perusahaan ini ke kayu sonokeling. Namanya CV. Devasa," ungkapnya.

Sedangkan enam perusahaan kayu lain yang beroperasi di Kabupaten TTU, jelas Stefanus, melakukan penebangan dan pengiriman kayu keluar pulau atau daerah khususnya untuk kayu rakyat seperti kayu jati.

"Enam perusahaan lainnya yang spesialis untuk penebangan kayu jati diantaranya UD. Kalista, UD. Adiana Lambo, UD Gradina Meubel, UD. Makmur, Sean Meubel, dan UD Berkah Mulia," ungkap Stefanus.

Stefanus menambahkan, keenam perusahaan kayu rakyat tersebut dikeluarkan izinnya TPRK oleh dinas kehutanan. Sedangkan enam perusahaan yang melakukan penebangan kayu sonokeling, izin TPRKnya dikeluarkan oleh BKSDA.

"Sementara untuk sonokeling, itu urusannya dengan BKSDA, terkait dengan izin edar dan lain sebagainya oleh BKSDA. Kami tidak berurusan dengan kayu sonokeling, karena itu tumbuhan liar yang hampir punah. Jadi urusannya dengan BKSDA," jelasnya.

Sebelum melakukan proses perizinan, jelas Stefanus, pihaknya terlebih dahulu melakukan survei terhadap lokasi. Hal itu dilakukan untuk memastikan apakah lokasi yang akan dilakukan penebangan tersebut berada di dalam kawasan hutan lindung atau diluar hutan lindung.

Halaman
12
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved