Berita Nasional

Peringatan Hari Aksara Internasional, Ajang Berbagi Informasi Tuntaskan Buta Aksara di NTT

Acara Peringatan Hari Aksara Internasional ke-53 tingkat Provinsi NTT merupakan ajang berbagi informasi dan pengalaman baik

Peringatan Hari Aksara Internasional, Ajang Berbagi Informasi Tuntaskan Buta Aksara di NTT
POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
Suasana karnaval budaya 17 kabupaten peserta peringatan HAI di Waikabubak, Rabu (10/10/2018). Tampak foto kontingen Sumba Timur.

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM | WAIKABUBAK - Acara Peringatan Hari Aksara Internasional ke-53 tingkat Provinsi NTT di Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Rabu (10/10/2018), merupakan ajang berbagi informasi dan pengalaman baik antartutor, warga belajar antarkabupaten se-NTT bagaimana membebaskan NTT dari buta aksara.

Pengalaman kesuksesan membebaskan warga dari buta aksara dapat dibagi dalam forum kali ini. Dengan demikian terjadi saling membantu, saling melengkapi dan saling menguatkan masing-masing pihak menjadi melek huruf di NTT.

Demikian disampaikan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H dalam sambutan tertulisnya sebagaimana dibacakan Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Ir.Stefanus Ratoe Oedjoe pada saat membuka acara peringatan hari aksara internasional ke-53 tingkat Provinsi NTT di lapangan Manda Elu, Sumba Barat, Rabu (10/10/2018).

Menurutnya peringatan HAI ajang tukar informasi demi memberantas buta huruf di Indonesia dan khususnya di NTT.

Acara tersebut pula merupakan momentum berbagi informasi dan pengalaman menuntaskan buta aksara di NTT.

Di sisi lain merupakan wahana untuk terus memperkuat hubungan kemitraan antar pemerintah, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten.

Lebih lanjut Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah NTT, Ir.Stefanus Ratoe Oedjoe menyebutkan untuk NTT angka buta aksara sebesar 5,15 persen atau sekitar 159 orang lebih masih melek huruf. Kondisi itu tentu menjadi tantangan bag pemerintah NTT membebaskan NTT dari buta aksara itu.

Karena itu dibutuhkan kerja sama dan kerja bersama membangun pendidikan NTT, baik pendidikan formal maupun pendidikan nonformal untuk membebaskan NTT dari buta aksara.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H menyampaikan terima kasih kepada Sanggar, rumah pintar dan seluruh pelaku gerakan pendidikan nonformal untuk terus berkarya membangun pendidikan NTT dan membebaskan rakyat NTT dari buta aksara.

Bupati Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole dalam sambutannya menyampaikan terima kasih banyak atas kedatangan 17 peserta dari 17 kabupaten untuk memperingati Hari Aksara Internasional.

Sebagai tuan rumah yang baik akan berusaha memberikan pelayanan terbaik. Dan sebagai bonus bagi peserta peringatan hari aksara internasional ke-53, Bupati Sumba Barat akan mengajak para peserta mengunjungi beberapa obyek wisata andal Sumba Barat.

Ketua panitia pelaksana Peringatan Hari Aksara Internasional ke-53 tingkat Provinsi NTT dalam hal ini Kepala Dinas Pendidikan Sumba Barat, Samuel U. Awang mengatakan, hanya 17 dari 22 kabupaten dan kota mengikuti cara peringatan hari aksara internasional ke-53 tingkat Provinsi NTT di Lapangan Manda Elu Waikabubak, Sumba Barat, Rabu (10/10/2018).

Sedangkan 5 kabupaten yang tidak hadir adalah Kabupaten Lembata, Sikka, Ende, Ngada dan Kabupaten Kupang. (*)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved