Berita Nasional

Hendak Berangkat ke Cile Amerika Selatan, Polisi Tangkap Ratna Sarumpaet di Bandara Soetta

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, aktivis Ratna Sarumpaet ditangkap.

Editor: Agustinus Sape
KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBA
Ratna Sarumpaet 

POS-KUPANG.COM - Ratna Sarumpaet yang baru-baru ini mengaku bohong wajahnya telah lebam dianiaya padahal dampak operasi plastik, kabar terbaru menyebutkan ibunda Atiqah Hasiholan ditangkap polisi di bandara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, aktivis Ratna Sarumpaet ditangkap.

"Iya, (Ratna Sarumpaet) sudah (ditangkap), nanti silakan ke (direktorat) krimum," ujar Argo ketika dihubungi, Kamis (4/10/2018).

Argo membenarkan informasi yang mengatakan bahwa Ratna ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis malam.

Ratna Sarumpaet saat menggelar konferensi pers terkait pemberitaan penganiayaan dirinya di Kampung Melayu Kecil, Jakarta Timur, Rabu (3/10/2018). Pada konferensi pers tersebut Ratna mengaku berbohong tentang penganiayaan dirinya melainkan pada 21 September 2018, dirinya menemui dokter bedah plastik di Jakarta untuk menjalani sedot lemak di pipi.
Ratna Sarumpaet saat menggelar konferensi pers terkait pemberitaan penganiayaan dirinya di Kampung Melayu Kecil, Jakarta Timur, Rabu (3/10/2018). Pada konferensi pers tersebut Ratna mengaku berbohong tentang penganiayaan dirinya melainkan pada 21 September 2018, dirinya menemui dokter bedah plastik di Jakarta untuk menjalani sedot lemak di pipi. (Tribunnews/Jeprima)

"Iya, iya (ditangkap) di Bandara. Nanti Krimum yang jelaskan," kata dia.

Meski demikian, Argo belum menjelaskan detail mengapa Ratna ditangkap dan mengenai kronologi penangkapannya.

Sebelumnya diberitakan, beberapa waktu belakangan ini masyarakat dihebohkan informasi pengeroyokan Ratna Sarumpaet di sekitar Bandara Husein Sastranegara Bandung pada 21 September.

Ratna mengaku dipukul hingga menyebabkan wajahnya bengkak usai menghadiri sebuah konfrensi internasional. Sejumlah tokoh penting turut menanggapi dan menyampaikan empatinya terhadap kejadian yang diceritakan Ratna.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta mengatakan, aktivis Ratna Sarumpaet diamankan di Bandara Soekarno-Hatta saat akan pergi ke luar negeri.

"Iya (Ratna Sarumpaet) mau ke luar negeri, malam ini, iya (melalui terminal 2)," ujar Nico saat dihubungi Kompas.com, Kamis (4/10/2018).

Dihubungi terpisah, Kapolres Bandara AKBP Viktor Togi Tambunan mengatakan, Ratna diamankan saat akan menuju Cile, Amerika Selatan.

"Kalau yang bersangkutan berangkat ke Cile, tetapi untuk lebih lanjut kenapa dicegah dan kepentingannya, itu Polda (Metro Jaya)," ujar Viktor.

Wapres Jusuf Kalla bersama Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim saat berkunjung ke Lombok Tengah dalam acara Rembuk Desa mengatasi Stunting atau anak tumbuh kerdil.
Wapres Jusuf Kalla bersama Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim saat berkunjung ke Lombok Tengah dalam acara Rembuk Desa mengatasi Stunting atau anak tumbuh kerdil. (KOMPAS.com/Fitri Rachmawati)

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku sudah menduga bahwa penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet merupakan suatu kebohongan. Dia sudah mengira itu lantaran tak ada laporan polisi.

"Sejak awal saya sudah duga," ujarnya di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (4/10/2018). "Karena tidak mungkin seorang Ratna Sarumpaet dianiaya tanpa berteriak," sambung Kalla.

Menurut Kalla, dalam keadaaan terdesak seseorang pasti akan berteriak minta tolong. Jadi kata dia, kalau itu benar terjadi maka tak mungkin tak ada orang yang mendengar teriakan Ratna.

Pihak kepolisan dalam konferensi pers mengatakan bahwa tidak ada saksi yang mendengar atau melihat terjadi penganiayaan di Bandara Bandung seperti kabar yang berkembang.

"Keadaan aman saja berteriak, apalagi kalau keadaan susah. Tidak mungkin tidak didengar orang," kata Kalla.

Seperti diketahui, sebelumnya beredar foto Ranta Sarumapaet dengan kondisi wajah yang bengkak. Disebutkan, Ratna mengalami penganiayaan di Bandung pada 21 September 2018.

Informasi itu terus bergulir hingga sejumlah politisi mengunjungi Ratna dan menyatakan bahwa lebam di muka Ratna akibat dianiaya. Bahkan capres Prabowo Subianto sampai membuat konferensi pers setelah melihat kondisi Ratna.

Ia mengecam orang-orang yang disebut telah menganiaya Ratna dan menyebutnya sebagai tindakan pengecut. Prabowo menilai kasus Ratna merupakan ancaman bagi demokrasi. Namun pada Rabu (3/10/2018), Ratna justru meminta maaf kepada Prabowo hingga Amien Rais. Ia mengaku telah berbohong terkait kondisi di wajahnya.

Ia mengatakan, lebam tersebut terjadi bukan karena dianiaya namun bangkak setelah menjalani operasi plastik. Pengajkuan Ratna itu membuat sejumlah politisi akhinya meminta maaf ke publik, termasuk Prabowo.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ratna Sarumpaet Diamankan Polisi Saat Akan ke Cile", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/10/04/21485171/ratna-sarumpaet-diamankan-polisi-saat-akan-ke-chili.
Penulis : Sherly Puspita
Editor : Kurnia Sari Aziza

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved