Selasa, 5 Mei 2026

Life Style

Yuk Simak! Ternyata Orang yang Suka Berbohong Mengidap Penyakit Ini

Maraknya berita hoax atau berita bohong yang beredar di media massa akhir-akhir ini cukup meresahkan kita semua.

Tayang:
Editor: Rosalina Woso
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

 POS KUPANG.COM--Maraknya berita hoax atau berita bohong yang beredar di media massa akhir-akhir ini cukup meresahkan kita semua.

Pasalnya, banyak berita bohong yang disebarkan dengan maksud-maksud tertentu yang justru bisa berimbas buruk pada lingkungan sekitar.

Terkait berbohong, ada sebagian orang yang mungkin berbohong tanpa ia sadari. Kok bisa?

Rupanya ada penyakit patologis yang membuat penderitanya hobi berbohong dan tidak sadar bahwa sebenarnya ia tengah berbohong.

Penyakit ini disebut dengan mitomania.

Baca: Karakter Ratna Sarumpeat Berdasarkan Zodiaknya, Temperamen, Posesif

Baca: Meski Panah Menancap di Matanya saat Amankan Bentrok Warga Papua, Polisi Ini Tetap Tegap Berdiri

Baca: Alamak! Belajar Etika Makan Pisang Harus Bayar Rp 200 Juta ? Khusus Orang Kaya Dari Negara Ini

Baca: Mungkin Kamu Harus Hilangkan Tiga Sikap Ini Agar Tidak Gagal dalam Menjalin Hubungan Cinta

Mitomania adalah gangguan yang membuat penderitanya berbohong tanpa sadar dan tanpa tujuan untuk menipu.

Dalam ilmu psikologi, istilah mitomania diberikan kepada orang yang sering berbohong dan menganggap kebohongan yang dilakukannya adalah nyata.

Ini tentu berbeda dengan kebohongan biasa, karena penderita tidak sadar ia tengah berbohong karena ia menceritakan khayalan yang ada di kepalanya saja.

Orang seperti ini tidak merasa berbohong itu adalah sebuah kesalahan dan berefek buruk bagi dirinya dan orang lain.

Baginya, yang penting orang lain mendengarkan dan mengakui cerita yang dibuat-buat olehnya.

Ia bahkan tidak merasa bersalah dengan kebohongan itu, karena ‘kebohongannya’ merupakan caranya untuk lari dari kenyataan yang ditolaknya.

Asal muasal gangguan ini adalah kegagalan-kegagalan yang tidak dapat ditanggung oleh orang tersebut.

Dirinya terlalu lemah untuk menerima kejatuhan dan kegagalan.

Kegagalan keluarga, studi, pekerjaan, asmara, dan masalah hidup lainnya menjadi penyebab gangguan ini.

Mitomania adalah caranya untuk melarikan diri dari kenyataan sebenarnya.

Semakin orang lain percaya dengan kebohongannya, ia merasa lega karena ‘kenyataan’ yang sulit diterimanya itu terasa berkurang.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved