Berita Gempa Sumba

Pemkab Sumba Timur dan BMKG Sosialisasikan Gempa dan Tsunami

Kondisi guncangan gempa yang sudah berlangsung selama tiga hari tersebut tentu sangat meresahkan warga dan membuat warga panik

Pemkab Sumba Timur dan BMKG Sosialisasikan Gempa dan Tsunami
POS KUPANG/ROBERT ROPO
Para siswa di SMA Negeri 1 Waingapu sedang mengikuti sosialisasi gempa dan Tsunami. 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Robert Ropo

POS KUPANG.COM| WAINGAPU SMART SUMBA--Pihak Pemerintah Kabupaten Sumba Timur melalui BPBD bersama pihak BMKG Stasiun Geofisika Waingapu dan forum Pengurangan Resiko Bencana (PRB) Kabupaten Sumba Timur melakukan sosialisasi kepada warga masyarakat di Kabupaten Sumba Timur tentang bahaya Gempa dan Tsunami.

Baca: Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi Tingkatkan Daya Saing Jasa Konstruksi Indonesia

Baca: Petani KTO Mbolakamba Panen Bawang Merah Tuk-Tuk 3,3 Ton

Baca: Janda Ini Kaya Raya, Tapi Penampilannya Cuma Segini Aja Saat Tampil di Publik

Baca: Laki-laki Ini Memanjat Menara SUTET di Kwintang lalu Bentang Spanduk

Sosialisasi tersebut sudah mulai di Kelurahan Hambala, Kelurahan Kambaja di Kecamatan Kota Waingapu, di Kelurahan Kawangu di Kecamatan Pandawai, di SMA Negeri 1 Waingapu.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumba Timur Martina D.Jera Kepada SMART Sumba mengatakan, sosislisasi tersebut dilakukan dalam rangka bulan Oktober setiap tahun adalah bulan Pengurangan Resiko Bencana.

Selain itu, sosialisasi terkait Gempa bumi dan tsunami tersebut juga dilakukan karena situasi sekarang wilayah Sumba Timur diguncang gempa bumi dengan magnitude yang fulkuatif yang berbeda-beda.

Jembatan Weejelu di Sumba Timur retak akibat gempa bumi, Selasa (2/10/2018).
Jembatan Weejelu di Sumba Timur retak akibat gempa bumi, Selasa (2/10/2018). (istimewa)

Kondisi guncangan gempa yang sudah berlangsung selama tiga hari tersebut tentu sangat meresahkan warga dan membuat warga panik dan gempa tersebut sangat membahayakan.

Kata Martina melalui moment sosialisasi tersebut warga masyarakat di Sumba Timur bisa paham bagaimana tentang gempa dan tsunami dan juga bagaimana untuk cara mewaspadai atau melindungi diri saat terjadi gempa dan tsunami.

MENGUNGSI - Pasca Gempa Sumba, Warga Takut Pulang dan Bangun Tenda di Jalan Trans Nasional Sumba, Selasa (2/10/2018).
MENGUNGSI - Pasca Gempa Sumba, Warga Takut Pulang dan Bangun Tenda di Jalan Trans Nasional Sumba, Selasa (2/10/2018). ()

"Jadi dihimbau juga warga agar selalu waspada terhadap gempa bumi, jika terjadi gempa segera menjauh dari pantai dan menjsuh dari dalam rumah atau gedung-gefung tingkat, tampa harus menunggu untuk dievakuasi,"ungkap Martina.

Baca: 2000 Rumah Rusak! 180 Hektare Wilayah Petobo dan 202 Hektare Area di Jono Oge Amblas

Baca: 2000 Rumah Rusak! 180 Hektare Wilayah Petobo dan 202 Hektare Area di Jono Oge Amblas

Baca: Selain Bupati Madiun, 4 Pejabat Daerah Ini Punya Gaya Nyentrik Saat Berfoto, Nomor 4 Bikin Ngakak

Baca: Wakil Ketua DPRD SBD Benyamin K.Tako , Minta 32 Guru Bersabar

Martina juga mengatakan, Timnya akan melakukan sosialisasi di Kelurahan, Desa, Kecamatan, dan di sekolah-sekolah di seluruh wilayah Sumba Timur dan bekerja sama dengan pihak Pemerintah Kecamatan, Desa, dan Pemerintah Kelurahan.

Pantauan SMART SUMBA, Kamis (4/10/2018)tim melakukan sosialisasi di SMA Negeri 1 Waingapu.

Hadir dalam sosialissi tersebut Kepala Pelaksana BPBD Sumba Timur Martina D. Jera, Kepala Stasiun Geofisika Waingapu Arief Tyastama bersama staf dan para anggota forum. Sementara peserta yang hadir ratusan par siswa bersama sejumlah guru-guru.

Adapun dalam sosialisasi tersebut pihak BMKG menjelaskan terkait ilmu bagaimana terjadi gempa bumi dan Tsunami dan juga memutarkan video cara-cara menyelamatkan diri dari tsunami. Begitu juga ada pengajaran menyanyikan siaga bencana yang dibawakan oleh anggota Forum PRB. (rob/adv)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved