Berita Regional Terkini

Mengapa N Tega Membuang Bayi dari Gedung Lantai Tiga? Ini Faktanya

Polisi masih menunggu kondisi N (24) membaik pasca mengalami pendarahan pasca melahirkan bayinya di sebuah toilet di sebuah gedung pertokoan

Mengapa N Tega Membuang Bayi dari Gedung Lantai Tiga? Ini Faktanya
KOMPAS.com/Dok Humas Polres Magelang Kota
Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan, menjenguk bayi perempuan yang dilempar ibu kandungnya dari atas gedung lantai 3 di pusat perbelanjaan kawasan Alun-alun Kota Magelang, Rabu (3/10/2018). 

Sejauh ini, semua kondisi tersebut masih bisa teratasi. Termasuk organ dalam, seperti jantung dan pernapasan yang masih baik tanpa memerlukan alat bantu.

Lebih lanjut Rini mengungkapkan, saat dibawa ke Instalasi Gawat Darurart (IGD) RS Harapan, berat badan bayi tersebut 1.800 gram, panjang 41 centimeter, dan lingkar kepala 51 centimeter. Bayi tersebut lahir prematur, atau sekitar 6-7 bulan dalam kandungan ibunya.

"Bayi ini lahir dengan persalinan normal. Ibu mengejan 2-3 kali," katanya.

3. Kondisi N lemah setelah alami pendarahan
"N kami amankan tidak sampai 1 jam setelah membuang bayinya. Hasil olah TKP diduga ia melahirkan langsung membuang bayi melalui kaca jendela toilet, tingginya sekitar 12 meter," kata Kapolres AKBP Kristanto Yoga Darmawan.

N sempat tidak mengakui perbuatannya itu saat diperiksa di kantor polisi. N terkesan berbelit-belit dalam memberikan keterangan.

Namun, karena kondisi N masih mengalami pendarahan pasca-persalinan akhirnya polisi membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

"Namun N akhirnya mengakui dan segera kami kirim ke RS Budi Rahayu karena mengalami pendarahan," kata Kapolres Magelang Kota.

4. Keterangan dua saksi mata
Pada hari Selasa (2/10/2018) sekitar pukul 12.10 WIB, Romadhon (44), petugas parkir di gedung tersebut, mendengar suara keras di atap seng seperti ada benda jatuh dari atas gedung. Setelah itu terdengar suara tangisan bayi.

"Karena penasaran, saya periksa ke sumber suara ternyata ada bayi sedang menangis tergeletak di tanah dan ada luka di pipinya," katanya.

Lalu tak berselang lama, Romadhon melihat polisi sedang berpatroli di sekitar gedung tersebut dan segera melaporkan kejadian tersebut.

Halaman
123
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved