Berita NTT Terkini

Ini Dia 10 Produk Pemicu Deflasi NTT dan Kota Kupang

Provinsi NTT tiga bulan berturut-turut (Juli, Agustus dan September) mengalami deflasi. Itu artinya harga-harga di NTT dan Kota Kupang terkendali.

Ini Dia 10 Produk Pemicu Deflasi NTT dan Kota Kupang
Pos Kupang/Hermina Pello
Kepala BPS NTT, Maritje Pattiwaellapia 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Provinsi NTT selama tiga bulan berturut-turut (Juli, Agustus dan September) mengalami deflasi. Itu artinya harga-harga di NTT dan Kota Kupang terkendali.

Deflasi NTT pada September 2018 dipicu oleh penurunan kelompok bahan makanan, penurunan harga di sektor kesehatan dan transpor, komunikasi dan jasa keuangan.

Hal itu dikatakan Kepala BPS Provinsi NTT, Maritje Pattiwaellapia, S.E dalam konfrensi pers di Lantai II Gedung BPS Provinsi NTT, Jalan Palapa, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Senin (1/10/2018).

Baca: Mathias Beyeng: Gubernur NTT Bantu Jual Bawang Merah Petani Lembata

Maritje mengatakan, sepuluh bahan kebutuhan penyumbang deflasi NTT dan Kota Kupang, yakni; kangkung, angkutan udara, ikan tongkol, tahu mentah, sawi putih, cabe rawit, ikan cakalang, bayam dan ikan kakap merah.

Baca: Komunitas Kemanusiaan Kaum Muda Nagekeo Galang Dana Korban Gempa dan Tsunami Palu

Sementara di Kota Maumere, pada bulan September justeru inflasi 0,27 persen. Inflasi di Kota Maumere dipicu oleh kenaikan harga pada semua kelompok kebutuhan, kecuali kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan.

Sepuluh komoditi penyumbang inflasi di Kota Maumere pada September 2018 yakni pisang, ikan layang, kebutuhan sekolah dasar, rokok kretek filter, sawi hijau, apel, daging ayam kampung, besi beton, ikan kakap merah dan ikan selar. (*)

Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved