Berita Kabupaten Kupang Terkini

PT PKGD Sesalkan Sikap Mantan Bupati Kupang Titu Eki

Manajemen PT Puncak Keemasan Garam Dunia (PT PKGD) menyesalkan sikap mantan Bupati Kupang, Ayub Titu Eki

PT PKGD Sesalkan Sikap Mantan Bupati Kupang Titu Eki
POS-KUPANG.COM/Edi Hayong
Kuasa Hukum PT PKGD, Hendri Indraguna, didampingi Martin L Zebua dan Adi S Simanjuntak dalam jumpa pers dengan wartawan di Kupang, Kamis (27/9/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong

POS KUPANG.COM | KUPANG - Manajemen PT Puncak Keemasan Garam Dunia (PT PKGD) menyesalkan sikap mantan Bupati Kupang, Ayub Titu Eki, yang mengeluarkan rekomendasi kepada perusahaan lain untuk melakukan investasi garam di lahan hak guna usaha (HGU) milik PT Panggung Guna Ganda Semesta (PT. PGGS).

Terhadap sikap mantan bupati ini, langkah yang sudah diambil adalah memroses secara hukum melalui pengadilan PTUN dan awal Oktober akan ditempuh proses pidana kepada yang bersangkutan.

Demikian diungkapkan Kuasa Hukum PT PKGD, Hendri Indraguna, didampingi Martin L Zebua dan Adi S Simanjuntak dalam jumpa pers dengan wartawan di Kupang, Kamis (27/9/2018).

Baca: Semua Parpol di Ngada Sudah Serahkan LADK Perbaikan

Hendri mengungkapkan, selama ini pihaknya diam dengan segala macam tudingan yang menilai bahwa HGU yang ada digadaikan kepada pihak asing termasuk tudingan soal batas-batas tanah.

Semua yang ditudingkan tidak benar karena sampai sekarang HGU asli ada di tangan pihaknya termasuk peta lahan juga ada bukti otentik. Secara resmi PT PGGS dibentuk tanggal 4 September 1990 dan mengantongi HGU resmi.

Baca: Pesona Pantai Wade Masa Depan Lembata

Baru pada tahun 2017 pihak PT PKGD mengambilalih pengelolaan lahan tersebut dengan investasi Rp 1,8 triliun untuk penambangan garam.

Pihaknya dengan niat tulus membangun pabrik garam, membuka industri garam, pelabuhan dan pembuatan jalan masuk ke area persawahan semata-mata untuk warga. Selain itu, pihaknya berinvestasi setelah mendapat izin dari Menteri BPN/ATR.

"Bagaimana kita mau investasi kalau tidak ada ijin. Kajian amdal juga kita kantongi. Kami lima kali ajukan permohonan kepada mantan bupati Kupang ketika masih aktif tetapi tidak dihiraukan. Kami patut menduga kami dipersulit. Bahkan kami dituding akan mengambilalih rumah, sekolah, gereja, sawah yang ada. Kami justru memberikan eklave kepada warga termasuk mengurus sertifikat. Tidak ada kami ambilalih seperti tuduhan selama ini. Kami surati BPN/ATR NTT atas niat baik kami ini untuk bantu warga. Kami investasi di lahan hara artinya tidak ada di lahan yang ditempati warga," katanya.

Menurutnya, mantan Bupati Kupang juga begitu dekat dengan Direktur PT PKGD tetapi tiba-tiba dalam perjalanan menjelekan perusahaan ini dengan mengatai sebagai setanlah dan lain-lain.

Mantan bupati bukannya mendukung investasi yang dilakukan pihaknya tetapi mengeluarkan rekomendasi kepada perusahaan lain investasi di HGU milik PT PGGS.

"Kita pertanyakan kepada perusahaan yang direstui mantan Bupati Kupang itu soal izin karena kami dengar sudah ada panen garam. Kami serius mau lakukan kegiatan investasi untuk membantu warga Kabupaten Kupang. Kami selama ini diam karena mau ada mediasi secara baik tetapi niat kami seperti tidak didukung. Kami sudah lakukan langkah hukum dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan PTUN dan dalam minggu pertama Oktober ajukan gugatan pidana terkait dengan tuduhan kepada pimpinan perusahaan PT PKGD," tegasnya.

Menurutnya, PT. PKGD masih memiliki niat baik untuk menempuh jalur mediasi bersama para pihak di luar mekanisme pengadilan. Berbagai upaya mediasi dan surat tidak mendapat perhatian sehingga akhirnya memaksa manajemen untuk kemudian melayangkan somasi namun tidak juga ditanggapi secara baik.

Manajemen kemudian memutuskan untuk mendaftarkan gugatan baik secara Pidana ke Pengadilan Negeri Kota Kupang maupun Pengadilan Tata Usaha Negara.

Prinsipnya kami ingin selesaikan persoalan dengan mediasi, semua ini untuk kepentingan masyarakat dan sejalan pula dengan visi dan misi menajemen untuk tingkatkan ekonomi masyarakat. (*)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved