Berita Kabupaten Sikka
Kotbah Uskup Denpasar Cairkan Perayaan Tahbisan Mgr.Ewal
Suasana perayaan misa tahbisan Uskup Maumere di Pulau Flores, Propinsi NTT, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, berlangsung khusuk.
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Wartawan Pos-kupang.com, Eginius Mo’a
POS-KUPANG.COM, MAUMERE—Suasana perayaan misa tahbisan Uskup Maumere di Pulau Flores, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, berlangsung khusuk.
Ribuan umat Katolik memenuhi Gelora Samador di Kota Maumere, Rabu (26/8/2018) petang yang tampak tegang menyaksikan ketika tahapan seremoni tahbisan dimulai.
Adalah Uskup Denpasar dan Administrator Apostolik Keuskupan Ruteng, Mgr. Silvester San membawakan kotbah perayaan setelah Duta Besar Vatikan untuk RI, Mgr. Piero Pioppo, membacakan Bulla (surat keputusan) Paus Fransiskus tentang pengangkatan Mgr.Edwaldus menjadi Uskup Maumere.
Baca: Maruf Amin Mundur Ketum MUI jika Nanti Terpilih jadi Wakil Presiden
Baca: KPU Ende Akhirnya Masukan Mantan Napi Korupsi Dalam DCT
Merujuk motto tahbisan, bertolaklah te tempat yang lebih dalam, mengantarkan Mgr. Ewal bertolak ke tempat yang tidak nyaman. Mgr Ewal asal Bajawa---orang dari gunung yang tidak akrab dengan laut.
Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam tentu menakutkan sewaktu angin ribut. Apalagi kalau perahu terbalik dan tenggelam. Mgr. Ewal, badan subur tidak bisa berenang, kalau tenggelam seperti batu.
Menurut Mgr.San, motto ini bermakna mendalam menjadi Uskup Maumere. Menjadi uskup adalah kehormatan melayani, menjadi pelayan sakramen dan gembala di wilayah yang lebih luas dengan tugas dan tanggunjwab yang berat.
Administrator Apostolik Keuskupan Ruteng ini mengingatkan akan ada bahaya yakni srigala dan pengajar-pengajar palsu yang menggangu umat.
“Jaman global dan milenial, umat masih menghayati dualisme dalam beragama, tantangan sekuralisme, materialisme, hedonisme dan berita bohong yang menyesatkan,” ujar Mgr. San
Meskipun berat, tidak perlu takut, karena Tuhan menjadi andalan. Ada jala di tangan, simbol dan jejaring, para imam dan tokoh awam.
Ia mengakui Mgr. Ewal telah memiliki jejaring dan telah lama dikenal umat Keuskupan Maumere. Sebelum diangkat menjadi uskup, Mgr.Ewal menjabat Vikjen Keuskupan Maumere.
“Ia suka senyum, tertawa, kebapaan, bicara hemat kata dan rendah hati. Umat senang kalau Mgr. Ewal yang pimpin misa, karena dia tidak bisa menyanyi selama misa. Bukan karena suara buruk, tetapi tidak mampu membidik not. Dia satu-satunya klerus asal Bajawa yang tidak mampu menyanyi. Namun dia satu-satunya orang Bajawa yang jadi uskup,” ujar Mgr.San disambut suka cita umat.
Diakhir kotbah, Mgr. San mengajak umat katolik Keuskupan Maumere mendoakan Mgr. Kheru yang menyelesaiakn tugas kegembalaan dan telah meletak dasar yang baik bagi perjalanan Keuskupan Maumere.
“Kita berdoa, semoga emeritus bisa menikmati masa emeritus lebih tenang dan sehat,” ajak Mgr.Sensi. *)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pentahbisan-uskup-maumere_20180926_184536.jpg)