Berita Ekonomi Bisnis
Wah, Harga Semen dan Besi Beton di Kota Kupang Naik
Harga Besi Beton dan semen di Kota Kupang sudah naik. Dampaknya pengusaha yang membangun rumah sangat merasakannya
Penulis: Hermina Pello | Editor: Hermina Pello
Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Hermina Pello
POS-KUPANG.COM | KUPANG-Biaya pembangunan rumah khususnya rumah subsidi dan non subsidi di NTT naik, karena harga bahan bangunan seperti semen dan besi beton naik sekitar tujuh persen.
"Efek perang dagang sehingga harga semen dan besi beton naik. Bahkan harga ini berubah hampir setiap hari. Selain itu, sekarang ini lagi musim angin sehingga hanya kapal besar yang jalan sehingga mempengaruhi stok," kata Sekretaris DPD REI NTT, Feri Bernadus, yang dihubungi Selasa (28/8/2018).
Ia mengatakan, harga semen sekarang ini sudah naik dari Rp 43 ribu per zak menjadi Rp 46 ribu per zak. Demikian juga harga besi beton dari Rp 67 ribu menjadi Rp 77 ribu per batang.
"Harga ini naik cukup besar bagi kami. Bahkan setiap hari harga besi beton mengalami perubahan. Kenaikan harga bahan bangunan ini cukup memberatkan. Kalau semen naik, bahan bangunan lainnya juga akan naik," ungkapnya.
Meski harga bahan bangunan naik, lanjut Feri, anggota DPD REI NTT tetap memperhatikan standar dan kualitas bangunan.
Mengenai harga rumah subsidi, Feri mengatakan, tahun 2018 ini masih berlaku Rp 148.500.000 per unit. Sedangkan harga tahun depan belum ada kepastian.
Baca: BPJS Himbau Masyarakat Belu Waspada Hoax
Baca: Tercatat 19 Kali Gempa Susulan Pasca Gempa 6,3 SR
"Kami masih tunggu informasi dari DPP REI mengenai harga rumah subsidi. Tapi biasanya setiap tahun naik. Saya prediksi bisa naik sekitar lima persen," tambahnya.
Feri mengimbau masyarakat yang ingin membeli rumah subsidi sebaiknya beli tahun ini, karena tahun depan harga rumah diperkirakan akan naik.
Mengenai penjualan rumah subsidi di NTT tahun 2018, Feri mengatakan, belum bisa menjelaskan. Namun, lanjutnya, secara nasional Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pencapaian program satu juta rumah tahun ini lebih tinggi dari tahun 2017 lalu.
"Data dari Kementerian PUPR tahun 2018, per 20 Agustus 2018 program satu juta rumah sudah mencapai 582.638 unit," katanya.
Feri menambahkan, program satu juta rumah merupakan program Presiden Joko Widodo untuk memenuhi kebutuhan rumah masyarakat. Program ini dicanangkan pada 29 April 2015. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/penandatangan-pks-antara-rei-ntt-dan-bri-cabang-kupang_20180408_211659.jpg)