Berita Kabupaten Kupang
Gua Alam Fatukanutu Menyimpan Misteri Sejarah Peradaban Manusia
Gua alam Nuat Bkau atau gua kelelawar di Desa Fatukanutu, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang menyimpan misteri peradaban manusia.
Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong
POS-KUPANG.COM | RAKNAMO - Gua alam Nuat Bkau atau gua kelelawar di Desa Fatukanutu, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang menyimpan misteri peradaban manusia.
Di lokasi ini ditemukan tulang manusia zaman Neolitik yang sedang diteliti tim peneliti dari Universitas Wolonggong Australia bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Arkeologi Nasional juga Dinas Kebudayaan NTT.
Kepala Dinas Kebudayaan NTT, Drs. Sinun Petrus Manuk kepada POS-KUPANG.COM, Rabu (22/82018) mengungkapkan, misteri peradaban manusia yang ada di Gua Fatukanutu ini pertama kali dilakukan pihaknya pada tahun 2017.
Baca: Ini Jumlah DPT di Nagekeo untuk Pilpres dan Pileg 2019
Tim peneliti menemukan adanya tanda-tanda kehidupan manusia zaman dahulu namun proses penelitian lanjutan tidak diteruskan.
Untuk itu, tim membangun komunikasi dengan peneliti dari Universitas Wolonggong Australia bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Arkeologi Nasional dan awal Agustus 2018 dilakukan proses penggalian.
"Hasil temuan sangat spektekuler. Ditemukan tulang manusia dan peralatan modern. Oleh peneliti dipastikan itu manusia hidup di zaman neolitik. Kita masih tunggu proses penelitian oleh tim. Ini tentu kedepan menjadi obyek penelitian lanjutan karena ada banyak temuan-temuan hasil kebuyaan zaman itu," katanya.
Menurutnya, dari hasil penjelaskan peneliti dari Universitas Wolonggong Australia, Dr. Thomas Sutikno membenarkan soal manusia zaman neolitik yang tinggal di gua tersebut.
Hanya belum bisa dipastikan masuk kategori fosil manusia purba karena harus melalui tes laboratorium. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/peneliti-arkeolog-ketika-berada-di-gua-fatukanutu_20180822_191525.jpg)