Berita Kota Kupang

‍‍‍‍‍‍‍IKADA Berangkatkan Bantuan Gelombang I Ke Gurusina Melalui Feri Aimere

Ikatan Keluarga Ngada (IKADA) Kupang berangkatkan bantuan gelombang I berupa pakaian layak pakai, dan bahan makanan ke Gurusina melalui Feri Aimere

‍‍‍‍‍‍‍IKADA Berangkatkan Bantuan Gelombang I Ke Gurusina Melalui Feri Aimere
ISTIMEWA
Agatha Helena Deze, bersama Anggota IKADA lainnya sedang mengumpulkan bantuan di Debitos hotel. 

Pada beberapa rumah induknya, terdapat hiasan rumah di atas atapnya. Hiasan rumah di atas atap ini menandakan bahwa rumah adat ini merupakan rumah adat utama. Pada bagian depan setiap rumah adat juga, terdapat pajangan tanduk kerbau.

Tanduk kerbau ini menandakan kejayaan dan kebesaran akan harta dan kekayaan setiap warga penghuni rumah adat disini.

Selain itu lantai rumahnya pun tanpa semen, melainkan menggunakan pelepah bambu. Dann di setiap papan penyangga lantai terdapat ukiran berbentuk bunga dan binatang.

Keunikan lainnya pada rumah adat ini ialah, di setiap pintu utama tepatnya di bagian atas pintu masuk depan, diberi ukiran kayu dengan nama rumah.

Anggota IKADA sedang berkumpul di halaman Hotel Debytos, Kamis, (16/8/2018)
Anggota IKADA sedang berkumpul di halaman Hotel Debytos, Kamis, (16/8/2018) (ISTIMEWA)

Di kampung adat ini setiap warga berusia lansia, dan pekerjaannya diantaranya memecahkan buah kemiri dan menjemur hasil bumi lainnya di halaman rumah.

Pada bagian tengah perkampungan adat Gurusina ini, terdapat tiga buah rumah kecil, yang bahan bangunannya sama persis dengan bahan bangunan rumah adatnya.

Fungsi dari ketiga rumah ini, adalah sebagai tempat penyimpanan harta benda serta kekayaan suku Gurusina.

Disamping itu pula, di tengah perkampungan ini juga terdapat tiga buah lopo yang dipercaya warga kampung Gurusina sebagai tempat peristirahatan para leluhur mereka.

Kampung Adat Gurusina Terbakar

Tapi, Senin (13/8/2018) lalu, kampung adat ini terbakar. Sebanyak 27 (rumah adat) dari 33 Sa'o hangus terbakar.

Apakah, kampung rumah adat ini akan dibangun kembali seperti dulu?

Pemandangan kampung adat Gurusina yang sedang terbakar.
Pemandangan kampung adat Gurusina yang sedang terbakar. (Facebook/Watu Yohanes Vianey)

Kita hanya berharap hal itu bisa dilakukan sehingga sejarah dan budaya daerah ini tidak hilang akibat kebakaran itu. Semoga pemerintah, masyarakat dan berbagai lembaga swasta bisa bahu-membahu membantu sanak saudara kita di Gurusina.(*)



Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved