Berita NTT
Aksi Damai Orang Tua Calon Siswa Datangi Komisi V DPRD NTT
Kami datang ke DPRD NTT untuk minta agar tolong urus anak-anak kami agar mereka bisa ke sekolah. Kami tuntut kapan anak-anak kami bisa sekolah,"
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/KUPANG -- "Kami datang ke DPRD NTT untuk minta agar tolong urus anak-anak kami agar mereka bisa ke sekolah. Kami tuntut kapan anak-anak kami bisa sekolah,"
Hal ini disampaikan Rudy Tonubesi salah satu perwakilan orang tua calon siswa ketika mendatangi Komisi V DPRD NTT, Selasa (14/8/2018).
Menurut Rudy, kehadiran mereka hanya untuk menanyakan tindaklanjut pemerintah dalam menentukan sekolah bagi 170-an calon siswa SMA/SMK yang belum bersekolah atau belum mendapat sekolah.
"Kami akan datang terus, kalau persoalan ini belum selesai. Kami tuntut agar anak-anak kami ini bisa sekolah," katanya.
Dia mengatakan, pihaknya akan menanyakan terus kepasda pemerintah dan DPRD NTT terkaipersoalan PPDB yang belum selesai.
"Jangan marah kalau kami ganggu terus, kalau kami tidak dapat di kantor, pasti kami cari di rumah. Saya minta Dinas Pendidikan NTT panggil Kepala Sekolah dan minta buka ruang kelas agar anak-anak bisa sekolah. Sedangkan hal-hal teknis kami akan bantu," ujarnya.
Pantauan Pos Kupang, Selasa (14/8/2018) , setelah tiba, sekitar pukul 11:21 wita para orang tua calon siswa SMA/SMK ini masih berada di ruang rapat Komisi V DPRD NTT. Mereka mempertanyakan kebijakan pemerintah dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2018.
Saat di Komisi V DPRD NTT, mereka diterima Ketua Komisi V, Jimmi Sianto , Wakil Ketua Komisi, M.Ansor dan anggota, Aulora A Modok Hadir juga Kabid SMA Dinas Pendidikan NTT, Pius Rasi. Kehadiran mereka dikawal Satpol PP Provinsi NTT. (*)