Berita Kabupaten TTS

Ini Pengakuan Tiga Pelajar SMPK Sint Vianney SoE Setelah Ikut Perlombaan Opsi Tingkat Nasional

Tiga pelajar kelas IX SMPK Sint Vianney mengaku sangat senang ikut Opsi tingkat nasional.

Ini Pengakuan Tiga Pelajar SMPK Sint Vianney SoE Setelah Ikut Perlombaan Opsi Tingkat Nasional
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Didampingi Kepala Sekolah SMPK Sint Vianney Soe, Romo Johannes A. Tnomel, Lusia Faradevi Lamahura (14), Valencia Aneli Pae Ede Siga (14) dan Yudhistira Putra Imanuel (14) sedang berdiri di stand budaya TTS dalam pamera seni budaya di Hotel Sweet Surabaya. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota

POSKUPANG.COM | SOE - Lusia Faradevi Lamahura (14), Valencia Aneli Pae Ede Siga (14) dan Yudhistira Putra Imanuel (14) pelajar kelas IX SMPK Sint Vianney mengaku sangat senang bisa mendapatkan kesempatan untuk mengikuti perlombaan olimpiade penelitian siswa (Opsi) yang diselenggarakan oleh kementerian pendidikan RI.

Pasalnya, ketiga pelajar ini mengaku mendapatkan banyak manfaat dengan mengikuti perlombaan yang diikuti peserta dari 34 Provinsi di Indonesia.

Walaupun belum berhasil menjadi juara, ketiga pelajar yang mewakili Propinsi NTT tersebut, menorehkan prestasi tersendiri dengan menyabet penghargaan sebagai presentasi terbaik dalam lomba tersebut.

Baca: Direktur Air Hidup: Traditional Fishing Dukung Konservasi Lingkungan Hidup

Kepada POS-KUPANG.COM, Minggu (12/8/2018) ketiga pelajar tersebut mengaku sangat senang bisa mengikuti perlombaan yang diselenggarakan di Hotel Sweet Surabaya pada 21 hingga 23 Juli lalu.

Selain diberikan kesempatan untuk mempresentasikan penilitian dengan judul "Pemanfaatan Tabungan Bambu Dalam Meningkatkan Pajak Bumi dan Bangunan" ketiga pelajar tersebut juga diberikan kesempatan untuk mamerkan kebudayaan asli TTS.

Didampingi Kepala Sekolah SMPK Sint Vianney Soe, Romo Johannes A. Tnomel, ketiga siswa tersebut memperkenalkan budaya TTS, seperti selendang, peralatan makan dan tentunya tabungan bambu sebagai salah satu budaya khas TTS.

" Kita senang sekali bisa mengikuti Pelombaan tersebut karena bisa mendapat teman baru, belajar budaya dari berbagai daerah di Indonesia, bisa mempresentasikan hasil penelitian kami, ketemu profesor dan tentunya berkesempatan memperkenalkan budaya TTS melalui pameran budaya. Walaupun belum berhasil juara, tetapi kami mendapatkan banyak manfaat yang membuat kami lebih terpacu untuk mengikuti perlombaan - perlombaan tingkat nasional lainnya," ungkap Lusia dialami kedua temannya. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved