Berita Nasional
65 Ribu Penari Poco-poco Pecahkan Rekor Dunia, Mendahului Malaysia September 2018
Sebanyak 65 ribu peserta mengikuti tarian poco-poco massal di kawasan Monas Jakarta Pusat, Minggu (5/8/2018) pagi.
POS-KUPANG.COM - Sebanyak 65 ribu peserta mengikuti tarian poco-poco massal di kawasan Monas Jakarta Pusat, Minggu (5/8/2018) pagi.
Jumlah ini berhasil memecahkan rekor dunia sekaligus membuktikan bahwa poco-poco milik Indonesia, bukan negara lain.
Dalam acara pemecahan rekor dunia tari Poco-poco di kawasan Monumen Nasional ( Monas), warga yang bukan peserta sempat dilarang masuk Monas saat acara berlangsung.
"Iya, enggak boleh masuk saya. Mau ke dalam Monas tadi, tapi enggak boleh, ada Poco-poco dulu," kata Tini, salah satu pengunjung Monas, Jumat (5/8/2018).
Hal sama juga dialami Adi, salah satu pengunjung yang hendak datang ke kawasan Monas untuk berlibur bersama keluarganya. Ia mengaku dirinya tidak diperbolehkan masuk kawasan Monas dan harus menunggu hingga acara pemecahan rekor dunia tari Poco-poco selesai.
"Enggak bisa masuk tadi, ada Poco-poco soalnya, disuruh tunggu sampai selesai dulu, mau ke Monas liburan aja hari minggu," kata Adi.
Pelarangan warga masuk kawasan Monas saat acara pemecahan rekor dunia tari Poco-poco berlangsung dibenarkan salah satu petugas pengamanan dalam monas.
"Atas perintah juga tadi. Warga belum boleh masuk dulu tadi karena ada presiden juga, buat pengaman presiden dan wakil presiden," kata seorang petugas pengamanan dalam Monas kepada Kompas.com.
Dia menambahkan, warga baru boleh masuk setelah acara pemecahan rekor dunia tari Poco-poco selesai pada pukul 07.30 WIB tadi.
"Iya, tadi pas udah selesai baru boleh masuk, langsung pada masuk semua. Pokoknya Pak Presiden dan Pak Wakil Presiden meninggalkan Monas dan acara selesai, warga boleh masuk langsung," tambahnya.
Diketahui, acara pemecahan rekor dunia tari Poco-poco yang diselenggarakan di kawasan Monas dan sekitarnya melibatkan 65.000 peserta serta 1.500 instruktur. Acara tersebut dihadiri Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Terlihat juga pejabat dari instansi Polri dan TNI serta sejumlah menteri.
Acara ini digelar dalam rangka menyambut Asian Games 2018 yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang bulan ini.
Pemecahan rekor dunia untuk tarian poco-poco juga bertujuan agar masyarakat dunia mengetahui bahwa poco-poco berasal dari Indonesia.
"Poco-poco adalah budaya asli tari asli Indonesia, jadi kita sekarang melaksanakan poco-poco massa 65.000 memecahkan rekor dunia artinya menunjukkan dan memantapkan poco-poco milik Indonesia," kata Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian, Minggu (5/8/2018).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/tarian-poco-poco-massal_20180805_205051.jpg)