Berita Kabupaten Kupang

PKGD Investasikan Dana Rp 1,8 Triliun untuk Proyek Garam

PKGD lakukan penandatangan MoU dengan warga Babau disaksikan Dirjen Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah, Kementerian ATR/BPN

pos kupang.com, edy hayong
Direktur Jenderal Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah, Kementerian ATR/BPN, Budi Sitomorang (ketiga dari kanan) ketika melakukan foto bersama masyarakat Baubau, Kamis (2/8/2018) malam. 

POS KUPANG.COM, OELAMASI--- PT Puncak Keemasan Garam Dunia (PKGD) sangat serius dalam upaya pengembangan investasi garam di Kabupaten Kupang. PKGD menginvestasikan dana senilai Rp 1,8 triliun untuk proyek garam di Babau, Kecamatan Kupang Timur.

Untuk kepentingan investasi ini, PKGD melakukan penandatangan kesepakatan kerjasama atau MoU dengan warga Babau disaksikan Direktur Jenderal Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah, Kementerian ATR/BPN, Budi Sitomorang dan Kepala Kantor ATR/BPN Provinsi Nusa Tenggara Timur, Slamet Dwi Martono serta perwakilan masyarakat  Kelurahan Baubau.

Perwakilan PT PKGD, Gangsar Sambodo kepada wartawan, Jumat (3/8/2018)  menjelaskan, untuk kepentingan investasi garam  di Kelurahan Baubau,

pihaknya telah melaksanakan penandatanganan MoU dengan warga, Kamis (2/8/2018) malam sebagai dukungan masyarakat Baubau terhadap investasi garam senilai Rp1,8 triliun dalam mendukung peningkatan kesejahteraan petani garam di Baubau.

Penandatangan dilakukan perwakilan PT.PKGD, Gangsar Sambodo dan serta PT Panggung Guna Ganda Semesta (PGGS), Ziwan Hardiawan dengan sembilan perwakilan masyarakat Baubau.

Dalam penandatangan itu hadir juga Direktur Jenderal Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah, Kementerian ATR/BPN, Budi Sitomorang dan Kepala Kantor ATR/BPN NTT,  Slamet Dwi Martono serta perwakilan masyarakat Kelurahan Baubau.

Menurut Sambodo  penandatangan kerjasama ini  sebagai langkah awal dalam merealisasikan  pembangunan industri garam senilai Rp1,8 trilun di Kabupaten Kupang.

   "Kami sangat berterimah kasih terhadap masyarakat Babau khususnya  yang mendukung PKGD dalam melakukan investasi garam di Kabupaten Kupang. PT PKGD akan melakukan optimalisasi lahan HGU seluas 3.720 ha setelah adanya akusisi dari PT Pangung Guna Ganda Semesta (PGGS) sebagai pemegang HGU," jelasnya.

Sementara Direktur Jenderal Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah, Kementerian ATR/BPN, Budi Sitomorang mengapresiasi terhadap upaya PT PKGD  menggandeng petani garam di Kelurahan Baubau sebagai mitra usaha dalam pembangunan industri garam di Kabupaten Kupang.

Kerjasama sebagai bentuk kemitraan perusahaan dengan masyarakat seperti ini perlu didukung.

Dikatakannya,   PT Pagung Guna Ganda Semesta (PGGS) masih memiliki kewenangan dalam pengelolaan lahan HGU seluas 3.720 ha di Kabupaten Kupang. Izin pengelolaan lahan HGU PT PGGS masih berlaku. Pemerintah pusat belum mencabut status HGU itu sehingga pengelolaan lahan HGU dilakukan PT PKGD setelah melakukan 

akuisisi dengan PT PGGS adalah sah.

 "Saya  sudah mendatangi lahan HGU PT PGGS di Kabupaten Kupang pada Kamis (2/8/2018) untuk melihat secara langsung terhadap kondisi dan aktifitas yang dilakukan PT PKGD.

Ternyata sudah ada aktifitas di lapangan. Masyarakat juga mendukung terhadap usaha garam dilakukan PT PKGD. Penandantanganan kerjama dengan masyarakat Baubau ini sebagai bukti adanya dukungan masyarakat terhadap investasi dilakukan PT PKGD,"  ujar Budi. (*)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved