Berita Kota Kupang

JPIT Umumkan Para Pemenang Lomba Puisi, Lomba Mewarnai dan Lomba Karikatur

Jaringan Perempuan Indonesia Timur (Jepit) Kupang mengumumkan para pemenang lomba puisi, lomba mewarnai dan lomba karikatur

JPIT Umumkan Para Pemenang Lomba Puisi, Lomba Mewarnai dan Lomba Karikatur
POS KUPANG/GECIO VIANA
Suasana foto bersama dalam kegiatan pameran foto dalam rangka memperingati Hari Anti Perdagangan Orang Internasional di kantor Gubernur NTT Jl El Tari Kota Kupang, Senin (30/7/2018) malam 

Laporan Reporter POS.KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM | KUPANG--Jaringan Perempuan Indonesia Timur (Jepit) Kupang mengumumkan para pemenang lomba puisi, lomba mewarnai dan lomba karikatur. lomba tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati hari Anti Perdagangan Manusia.

hal tersebut diketahui dari siaran pers yang diterima POS-KUPANG.COM pada Senin (30/7/2018) malam, berikut para pemenang lomba :

1. Lomba Puisi

Puisi-puisi unggulan

- Sudah pukul tiga oleh Pdt. Vini Bria (GMIT Oebufu)
- Memoar ini merekam : Ruth Mana’o (Fakultas Teologi)
- Nusa Duka : Emanuel (GMKI)
- Elegi ini Tak Terperi:Artha purba (YBSI)

2. Lomba mewarnai
- Juara 1: Krisna Dwiaryani
- Juara 2 :Gabriel D. Angelo R. Tanjung
- Juara 3 : Matelda Sonlai

3. Lomba karikatur
- Juara 1: Richard Dolpaly
- Juara 2 :Henry Medah
- Juara 3 :Agustifana T. Doporiko

Dheby Soru, S.Th selaku Koordinator kegiatan mengatakan, dalam rangka memperingati Hari Anti Perdagangan Manusia Sedunia tanggal 30 Juli 2018, maka Jaringan Perempuan Indonesia Timur (JPIT) mengadakan beberapa kegiatan terkait penyadaran publik akan bahaya dan ancaman perdagangan manusia di Provinsi Nusa Tenggara Timur (Prov.NTT) di bawah tema “Perdagangan Manusia adalah Dosa” atau “Human Trafficking is a Sin”.

Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain kampanye anti perdagangan manusia di Car Free Day, lomba puisi, lomba menggambar karikatur, lomba mewarnai gambar, pameran foto, dan doa lintas iman.

"Kegiatan ini melibatkan anak-anak sekolah, mahasiwa/i, guru, pegawai negeri maupun swasta, dan tokoh-tokoh agama. Tujuan kegiatan ini ialah mengangkat masalah perdagangan manusia NTT di dunia, menyuarakan keadilan bagi korban dan keluarga korban perdagangan manusia, dan membangun solidaritas di antara masyarakat di tingkat lokal, nasional, dan regional," katanya.(*)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved