Berita Kabupaten Lembata

Lembata Bisa Jadi Gudang Bawang Merah

Hasil panen bawang merah di atas lahan kritis di Kuma Resort menjadi bukti Lembata bisa kita jadikan salah satu gudang bawang merah

Penulis: Frans Krowin | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/FRANS KROWIN
Bawang merah yang dipanen di demplot Kuma.Resort, Kamis (26/7/2018) petang 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA -- "Hasil panen bawang merah di atas lahan kritis di Kuma Resort ini menjadi bukti bahwa Lembata juga bisa kita jadikan sebagai salah satu gudang bawang merah di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Ini bisa dilakukan kalau kita semua punya satu komitmen, punya semangat yang sama untuk itu."

Demikian Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur ketika memberikan arahan saat panen perdana bawang merah pada demplot yang dikembangkan di Kuma Resort, Kamis (26/7/2018) petang.

Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini, Jumat 27 Juli 2018, Cancer Dapat Kejutan, Virgo Dipuji, Zodiak Lain?

Baca: BERITA POPULER : Najwa Shihab Ungkap 5 Kejanggalan Sel Setnov, Patung Yesus dan Zodiak

Panen perdana bawang merah itu dihadiri para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lembata.

Hadir pula sejumlah kelompok tani binaan, termasuk petani bawang merah asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang kini sedang merantau di Lewoleba.

Di Lewoleba, bertani bawang merah dimulai oleh para petani asal Bima itu. Mereka mengolah lahan kemudian mengambil benih dari Bima untuk ditanam di lahan garapan di kota itu. Hasilnya menggembirakan, sehingga perlahan-lahan bawang untuk kebutuhan masyarakat tak didatangkan lagi dari Propinsi NTB itu.

Bupati Sunur mengatakan, walau demplot bawang merah itu ada di Kuma Resort tapi ia tak mengambil sedikit pun dari demplot tersebut untuk kepentingannya.

Justru sebaliknya ia menyerahkan sepenuhnya lahan itu untuk dijadikan sebagai tempat penelitian dan pengembangan komoditi pertanian tersebut.

Baca: Tips Menarik Soal Waktu Yang Tepat Untuk Berintim Dengan Pasangan Berdasarkan Usiamu

Baca: Begini Nasib Member BTS Terkait Wajib Militer di Korea Selatan, Pihak Militer Ikut Bicara

"Silahkan melakukan ujicoba pengembangan komoditi umur pendek di tempat ini. Dan, panen bawang merah ini menjadi bukti bahwa kita juga bisa. Kita bisa jadikan Lembata sebagai salah satu lumbung bawang di NTT," ujar Bupati Sunur.

Dia mengatakan, budidaya bawang merah di Kuma Resort itu tak hanya dilakukan dinas pertanian di demplot tersebut. Ada juga petani lain, yakni Rudi Ismail melakukan hal yang sama. Bahkan Rudi sedang mengolah lahan untuk menanam bawang di Kuma Resort itu seluas sekitar 4 hektare.

Ia berharap masyarakat dapat mencontohi apa yang sedang dilakukan di tempat itu. Menanam bawang merah sangat baik karena umur produksinya hanya dua bulan, sementara harga jual tinggi. Saat ini bawang merah di Lembata cukup mahal, mencapai Rp 25.000 per kg. (*)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved