Berita Kabupaten Lembata

Bupati Sunur Panen Perdana Bawang Merah

Panen bawang merah itu merupakan yang pertama kalinya dilakukan oleh orang nomor satu di kabupaten tersebut.

Penulis: Frans Krowin | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/FRANS KROWIN
Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur saat memanen bawang merah pada demplot di Kuma.Resort, Kamis (26/7/2018) petang. 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS- KUPANG.COM|LEWOLEBA -- Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur melakukan panen perdana bawang merah yang sedang dikembangkan para penyuluh pertanian di daerah itu. Panen bawang merah itu merupakan yang pertama kalinya dilakukan oleh orang nomor satu di kabupaten tersebut.

Panen perdana bawang merah itu dilakukan sekitar pukul 16.00 Wita, di kebun percontohan di Kuma Resort Waijarang. Lahan yang dijadikan sebagai kebun percontohan itu diserahkan Bupati Sunur untuk uji coba pengembangan tanaman hortikultura di atas lahan kritis.

Panen perdana bawang merah itu dilakukan di atas lahan sekitar 10 are. Meski lahan itu tak seberapa luasnya, namun bawang yang dipanen mencapai 1,3 ton dari benih bawang yang ditanam hanya sekitar 100 kg.

"Di atas lahan sekitar 10 are ini kami tanam sekitar 100 kg bawang merah. Tapi hasil yang dipanen ini mencapai 1,3 ton," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata, Mathias Beyeng di area lahan bawang itu, Kamis (26/7/2018) petang.

Disebutkan, bawang merah merupakan salah satu program unggulan pemerintah yang baru dikembangkan tahun ini. Lantaran baru dikembangkan, maka pihaknya menjadikan sedikit lahan di Kuma Resort sebagai demplot untuk tanaman tersebut.

Ternyata, lanjut dia, hasil yang diperoleh cukup menggembirakan. Kendati lahan untuk ujicoba budidaya bawang merah itu tak terlalu luas namun hasil yang diperoleh cukup banyak. Hanya 10 are tapi bawang yang dipanen bisa mencapai 1,3 ton.

Itu artinya, Lembata sangat potensial bagi budidaya tanaman umur pendek ini. "Ini baru satu kebun percontohan bawang merah. Kami juga sedang mengolah lahan sekitar 5 hektar di Desa Kolontobo, Kecamatan Ile Ape sebagai kebuh contoh. Kami optimis apa yang sedang dilakukan ini bisa mencapai hasil maksimal," ujar Mathias. (*)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved