Berita Kota Kupang

Realisasi Pencapaian Akseptor Kecamatan Kelapa Lima Masih Rendah, Ini Penyebabnya

Relisasi pencapaian akseptor baru di Kota Kupang terutama di Kecamatan Kelapa Lima baru mencapai 416 atau 40.97%.

Realisasi Pencapaian Akseptor Kecamatan Kelapa Lima Masih Rendah, Ini Penyebabnya
POS-KUPANG.COM/MARIA A E TODA
Kepala Bidang pengendalian penduduk, penyuluhan dan penggerakan dinas PPKB Kota Kupang Saleh Bahweres saat memberikan materi di aula kelurahan Oesapa Rabu (25/7/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Maria A E Toda

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Dinas Pengendalian penduduk dan keluarga berencana Kota Kupang (PPKB) kembali menggelar sosialisasi program kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga (KKBPK) tingkat kecamatan Kelapa Lima dan bertempat di aula kantor Kelurahan Oesapa (25/7/2018).

Dalam Pemaparan materinya Kepala Dinas Pengendalian penduduk dan keluarga berencana Kota Kupang, drg. Retnowati, M.Kes mengatakan bahwa relisasi pencapaian akseptor baru di Kota Kupang terutama di Kecamatan Kelapa Lima baru mencapai 416 atau 40.97% dari perkiraan permintaah masyarakat (PPM) Kelapa Lima sebanyak 1.013 dan masih terisisa 598 yang belum terealisasi.

Baca: Pemerintah Daerah Diminta Dukung Pelaksanaan LPSE

" Memang realisasinya masih rendah padahal target kita sampai dengan Juni 2018 harus sudah mencapai 60%. Hal ini disebabkan oleh kosongnya stok Alokon karena pengadaan dari provinsi belum ada. Kita mengarahkan KB jangka panjang dan tidak.lagi menggunakan jarum suntik ataupun pil untuk diminum tetapi kita memakai yang susuk dan juga ayudi," ujar Retnowati.

Selain itu menurut Retnowati penerapan KB susuk atau ayudi harus atas persetujuan bersama dan tidak boleh hanya satu pihak. Ia mencontohkan sebelum menerapkan KB haris berkonsultasi dengan suami sehingga ada kesepakatan bersama. " Tidak boleh hanya salah satu saja yang setuju. Prinsipnya harus ada persetujuan bersama kedua belah pihak," lanjutnya.

Sementara itu Lurah Oesapa Jhon Keban saat ditemui di ruangannya mengatakan pihaknya sangat mendukung program sosialisasi pengendalian penduduk melalui KB. Menurutnya salah satu upaya terbaik adalah dengan menggunakan KB dalam keluarga. " Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini sehingga masyarakat kami disini juga tahu dan paham sehingga bisa diaplikasikan dalam rangka mengendalikan penduduk di kelurahan kami ini," ujarnya.

Menurutnya terlalu banyak penduduk juga akan mengganggu beberapa aspek kehidupan yang berjalan di masyarakat antara lain Ekonomi, Sosial dan masih banyak aspek lain. Ia bahkan berharap agar sosialisasi seperti ini terus dilakukan agar meningkatkan pemahaman masuarakat luas sehingga bukan hanya efek yang mereka tahu tapi juga manfaat dari KB tersebut. (*)

Penulis: Maria Enotoda
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved