Berita SoE TTS
Hebat, Mahasiswa Undana Kupang Asal TTS Magang di Australia Karena Hal Ini
Hebat, Sefrans Banamtuan, mahasiswa Undana Kupang asal SoE, TTS, mendapat kesempatan magang di Australia karena hal ini.
Penulis: OMDSMY Novemy Leo | Editor: OMDSMY Novemy Leo
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Hebat, Sefrans Banamtuan, mahasiswa Undana Kupang asal SoE, TTS, mendapat kesempatan magang di Australia karena hal ini.
Alice Springs, Australia Undana kupang kembali mengirim satu orang mahasiswa untuk magang ke Australia.
Masiswa tersebut bernama Sefrans Banamtuan yang yang juga sementara menjabat sebagai ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Petenakan Undana.
Tahun ini adalah tahun ke Empat Fakultas peternakan undana mengirim perwakilannya untuk mengikuti program magang di wilayah Northern Teritory Australia selama 2 bulan.

Mahasiswa asal kabupaten Timor Tengah Selatan ini lolos untuk mengikuti magang melalui beberapa tahap seleksi yaitu seleksi berkas dan wawancara yang di laksanakan langsung oleh tim seleksi dari pihak NTCA Australia.
Program ini merupakan hasil kerja sama antara Northen theritory cattlemen association (NTCA)/perhimpunan peternak sapi Australia Utara dan Ikatan Serjana Peternakan Indonesia (ISPI) dengan tujuan memberikan kesempatan kepada mahasiswa peternakan guna meningkatkan kemampuan dan ketrampilannya terkhususnya dalam bidang manajemen pemeliharaan dan penanganan sapi potong.

Dan harapanya pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh di Australia dapat diterapkan setelah sekembalinya ke Indonesia.
Program NIAPP 2018 (NTCA indonesia-australia pastoral program) berhasil menyeleksi 20 orang mahasiswa yang berasal dari 14 universitas di seluruh indonesia yaitu diantaranya UniversitasNusa Cendana, Universitas Mataram, Institut Peternakan Bogor, Universitas Diponegoro, Universitas Padjajaran, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, universitas Andalas, Universitas Lampung, Universitas Syah Kuala, Universitas Mulawarman, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Hasanudin, dan Universitas Papua.
Setelah tiba Australia ke-20 orang mahasiswa ini mengikuti pelatihan terlebih dahulu selama 2 pekan di Bohning Yard Alice Spring.

Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mengurangi resiko kecelakaan kerja dan juga untuk mengetahui standar kerja yang ditetapkan oleh pemerintah Australia. Adapun pelatihan yang dilakukan meliputi cattle handling, animal walfare, riding horse, riding motorbike.
Selanjutnya para mahasiswa tersebut akan ditempatkan di setiap station untuk bekerja selam 6 minggu.
“Saya sangat bersyukur dengan adanya pelatihan ini karena ada hal dan pengalaman baru yang kami dapatkan sebelum kami ditempatkan di setiap station di wilayah Austraralia Utara” jelas Frans via telepone.

“Saya berharap dapat banyak belajar tentang sistem peternakan di sini sehingga pada saat kembali ke indonesia ada hal baru yang dapat kita terapkan demi mengembangan peternakan di negeri kita menjadi jauh lebih baik ” tambah Frans.

Akhirnya ia juga berharap pemerintah dapat memberikan perhatiannya untuk mendukung setiap mahasiswa yang trlibat dalam program ini kedepannya. (*)