Berita Kabupaten Lembata

Petani Lembata Krisis Pupuk Urea

Kabupaten Lembata kini mengalami krisis pupuk urea. Persediaan pupuk di daerah itu sudah habis

Penulis: Frans Krowin | Editor: Kanis Jehola
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
Istri Burhan M Saleh sedang membersihkan bawang merah, Minggu (22/7/2018) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Kabupaten Lembata kini mengalami krisis pupuk urea. Persediaan pupuk di daerah itu sudah habis, sehingga para petani sangat kesulitan mendapat pupuk jenis tersebut.

Hal ini diungkapkan Burham M Saleh, Rudi Ismail dan Tasrif M Saleh, ketika ditemui POS- KUPANG.COM secara terpisah, Minggu (22/7/2018) siang.

Baca: Kejam! Wanita Ini Dibakar Hidup-hidup karena Menolak Disuruh Ambil Speaker

"Sekarang ini kami kesulitan sekali mendapatkan pupuk urea. Kami sudah ke semua tempat di Lewoleba ini tetapi pupuk urea sudah tidak ada lagi. Persediaan pupuk habis padahal saat ini tanaman sangat butuh pupuk," Rudi Ismail dibenarkan Burhan M Saleh.

Rudi menuturkan, lantaran persediaan pupuk di Lewoleba sudah habis, maka dirinya terpaksa mencari ke desa-desa. Cara itu ia lakukan mengingat para petani di desa biasanya mendapat bantuan pupuk namun mereka tidak menggunakannya.

Dalam beberapa hari terakhir, lanjut Rudi, pihaknya sudah menghubungi sejumlah kenalannya di desa-desa. Jika ada petani yang punya persediaan pupuk, maka ia akan membelinya kembali karena saat ini dirinya membutuhkan pupuk untuk ditaburkan pada lahan tanaman hortikultura yang sedang dikembangkannya.

Hal senada disampaikan Burhan M Saleh. Burhan menyebutkan sudah beberapa bulan terakhir dirinya mencari pupuk di Lewoleba. Tapi selama ini barang yang dicari tersebut tidak didapatkannya. Saat ini ia dan petani lainnya sangat resah karena ketiadaan pupuk tersebut.

"Supaya tanaman ini tumbuh bagus ya harus ada pupuk. Tentunya pemberian pupuk juga harus sesuai dengan kondisi tanaman. Tanpa pupuk tanaman tak bisa tumbuh baik. Tapi kelebihan pupuk juga tanaman akan rusak," ujar Burhan.

Pihaknya berharap pemerintah dalam hal ini instansi yang membidanginya harus segera mengatur pengadaan pupuk sehingga tidak menyulitkan petani. Tanpa campur tangan pemerintah, pupuk akan sulit ditemukan di Lembata. Begitu juga tanaman tak berproduksi baik hal mana berdampak pada penghasilan yang diperoleh petani. (*)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved