Berita Internasional

WhatsApp Menetapkan Aturan Baru Setelah Pembunuhan Massal di India

WhatsApp mengatakan akan membatasi berapa kali pesan dapat diteruskan di India

WhatsApp Menetapkan Aturan Baru Setelah Pembunuhan Massal di India
Kompas.com/Ist
Ilustrasi WhatsApp. 

POS-KUPANG.COM - WhatsApp mengatakan akan membatasi berapa kali pesan dapat diteruskan di India, untuk mengekang penyebaran informasi palsu di platformnya.

Pengumuman ini muncul setelah serentetan lynchings massa terkait dengan pesan yang beredar di grup-grup WhatsApp.

Pemerintah pada hari Kamis (19/7/2018) menerbitkan kembali peringatan kepada perusahaan bahwa itu bisa menghadapi konsekuensi hukum jika tetap menjadi "penonton bisu".

Baca: Mengenang 49 Tahun Astronot Amerika Serikat Mendarat di Bulan dalam Misi Apollo 11, 20 Juli 1969

Dengan lebih dari 200 juta pengguna, India adalah pasar terbesar WhatsApp.

WhatsApp mengatakan para penggunanya di India "meneruskan lebih banyak pesan, foto, dan video, daripada negara lain di dunia".

Grup di WhatsApp dapat memiliki maksimal 256 orang. Banyak pesan yang diyakini memicu kekerasan diteruskan ke beberapa kelompok yang masing-masing memiliki lebih dari 100 anggota.

Dalam blog yang dipublikasikan di situs webnya, perusahaan (WhatsApp) mengumumkan bahwa perusahaan itu "meluncurkan uji coba untuk membatasi penerusan yang akan berlaku untuk semua orang yang menggunakan WhatsApp".

Untuk pengguna India, opsi penerusan akan dibatasi lebih jauh.

Baca: Live Streaming FB, Lomba Solo Dewasa JOEL Bermazmur RSS Oesapa Kota Kupang

Juru bicara WhatsApp untuk India mengatakan kepada BBC bahwa ini berarti satu orang akan dapat meneruskan satu pesan hanya lima kali.

Namun, ini tidak menghentikan anggota lain dari grup untuk meneruskan pesan ke lebih dari lima obrolan mereka sendiri.

Halaman
12
Penulis: Agustinus Sape
Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved