Berita NTT
Tim Pemantau PPDB Dinas Provinsi: Anak Harus Tetap Sekolah
Tim Pemantaun Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Dinas Pendidikan Provinsi NTT, tegaskan prinsipnya, pemerintah menginginkan semua anak usia
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Ferry Ndoen

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi
POS-KUPANG.COM | KUPANG-Tim Pemantaun Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) dari Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Florence mengatakan, pada prinsipnya, pemerintah menginginkan semua anak usia sekolah dapat mengenyam pendidikan.
Oleh karena itu, pihaknya bersama SMA Negeri 4 Kota Kupang akan melakukan pendataan dan verifikasi ulang kepada 72 calon peserta didik baru yang belum diakomodir sekolah.
" Pada prinsipnya kami menginginkan semua anak dapat bersekolah, sehingga kami hari ini akan melakukan verifikasi ulang bagi 72 anak yang direkomendasikan oleh Dinas Provinsi NTT," tambah Florence.
Florence menegaskan, jika calon peserta didik ketika didata dan lakukan verifikasi ulang ternyata tidak berdomisili di daerah Oesapa dan Oesapa Tengah, maka pihaknya mengarahkan untuk mencari sekolah yang terdekat.
" Kita utamakan mereka yang ada di dekat daerah Oesapa dan Oesapa Tengah. Karena kalau kita tidak utamakan mereka maka akan mengancam keamanan sekolah," kata Florence.
Florence menjelaskan, calon peserta didik baru yang datang ke sekolah tersebut tidak hanya mereka yang tidak lulus pada saat pendaftaran online, namun ada beberapa yang tidak pernah mendaftar di SMA Negeri 4 Kota Kupang namun datang juga ke sekolah tersebut.
Florence menjelaskan, berdasarkan data, sebenarnya tidak ada masalah dalam proses pelaksanaan PPDB online. Sebab daya tampung ruangan baik untuk sekolah negeri dan sekolah swasta telah mencukupi.
" Yang menjadi persoalan, mereka mau sekolah negeri semua. Mereka tidak mau sekolahkan anaknya di sekolah swasta. Kalau sekolah swasta mereka tidak bisa bayar," katanya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 4 Kota Kupang, Drs. Agustinus Bire Logo, M.Si, mengatakan, setelah pihaknya melakukan pendataan dan verifikasi ketat, ternyata ada anak bukan berasal dari Oesapa.
" Ada yang bukan berasal dari Oesapa dan Oesapa Tengah datang juga ke sini, padahal ditempat mereka tinggal ada sekolah disana," katanya.
Oleh karena itu, Agustinus menegaskan, bagi anak yang bukan berasal dari Oesapa dan Oesapa Tengah, maka silahkan mencarikan sekolah yang berada dekat dengan tempat tinggal. (*)