Jumat, 10 April 2026

Berita Flores Tmur

Ketua MKKS Flotim: Penelitian Tindakan Kelas Itu Mudah

mutu pendidikan di NTT selama ini terus menjadi sorotan dan terakhir di level nasional. Hal itu dilihat dari hasil evaluasi ujian nasional

Penulis: Felix Janggu | Editor: Ferry Ndoen
pos kupang.com, feliks janggu
Ketua MKKS Flotim Yakobus Milan Bethan, Kadis PKO Flotim Bernard Beda Keda dan nara sumber Petrus Ratu Ile M.Pd dan peserta diklat pose bersama pada pembukan Diklat PTK bagi guru SMA di Aula SMAN 1 Larantuka Kamis (12/7/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM|LARANTUKA- Yakobus Milan Bethan, Ketua Forum Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA, MA,dan SMAK di Flores Timur mengungkapkan penelitian tindakan kelas (PTK) itu sangat mudah.

Milan Bethan menyampaikan itu kepada para guru peserta Diklat PTK di Aula SMAN 1 Larantuka Kamis (12/7/2018).

Kepala SMAN 1 Larantuka itu menjelaskan latar belakang mengapa digelar Diklat PTK bagi guru se-kabupaten Flotim.

Pertama, mutu pendidikan di NTT selama ini terus menjadi sorotan dan terakhir di level nasional. Hal itu dilihat dari hasil evaluasi ujian nasional.

"Ujian nasional kita di bawah, tapi ujian sekolah kita punya di atas semua. Coba kalau ujian sekolah bisa dibawa ke Jakarta," cetus Milan Bethan.

Yang kedua, bertolak dari pengalaman sulitnya kenaikan pangkat karena belum bersertifikasi.

Tapi ada yang bersertifikasi malah tidak gunakan dana sertifikasi untuk peningkatan kompetensinya sebagai guru.

Milan Bethan mengapresiasi guru yang walau belum bersertifikasi tapi berani mengeluarkan uang untuk mengikuti diklat peningkatan kompetensi hari itu.

Pemerintah, kata Milan Bethan tidak akan lagi memfasilitasi Diklat peningkatan kompetensi guru. Karena peningkatan kompetensi itu sudah ada pada sertifikasi.

Dengan sertifikasi, kata Milan Bethan diharapkan guru bisa membelanjakan sebagian uang sertifikasi untuk peningkatan kompetensi.

Karena itu harap Milan Bethan organisasi profesi, forum dan lain sebagainya menjadi wadah bagi guru untuk mengembangkan kompetensinya.

Namun di atas segalanya adalah adanya kemauan guru dalam meningkatkan kompetensinya sebagai guru.

Milan Bethan mengatakan betapa pun seorang guru mengikuti berbagai pelatihan, mengundang nara sumber berkompeten dari mana-mana, kalau guru tidak mau berubah, tetap tidak akan berubah.

Menurut Milan Bethan guru sendiri yang menentukan untuk meningkatkan kompetensinya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved