Berita Belu

Kades dan Bendahara Desa Baudaok Ditahan Jaksa Karena Terlibat Kasus Korupsi Dana Desa

Hal itu dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri Atambua, Rivo Medelu, S.H melalui Kasi Pidsus, Danny Agusta Salmun, S.H

Kades dan Bendahara Desa Baudaok Ditahan Jaksa Karena Terlibat Kasus Korupsi Dana Desa
POS KUPANG/TENY JENAHAS
Kepala Kejaksaan Negeri Atambua, Rivo Medelu. 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM|ATAMBUA--Tim penyidik Tipikor Kejaksaan Negeri Belu menahan kepala Desa Baodaok, Roberthus Ulu, Bendahara Desa Matheus Halle dan ketua TPK desa Agusto Sances. Ketiganya ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana desa senilai Rp 1 M lebih.

Hal itu dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri Atambua, Rivo Medelu, S.H melalui Kasi Pidsus, Danny Agusta Salmun, S.H kepada wartawan, Jumat (6/7/2018).

Menurut Danny, tiga orang aparat desa Baodaok sudah ditahan di Rutan Atambua Kamis (5/7/2018) setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Sebelum ditahan, ketiga tersangka dilakukan pemeriksaan kesehatan dan ketiganya dinyatakan sehat.

Selanjutnya, ketiga tersangka digiring ke Rutan Atambua untuk menjalani masa tahanan jaksa sambil menunggu proses hukum selanjutnya.

Tim penyidik juga masih menjadwalkan pemeriksaan tambahan untuk saksi lain dalam kasus tersebut.

Ditanya terkait ada penambahan tersangka dalam kasus tersebut, Danny mengatakan, penambahan tersangka tergatung pada perkembangan pemeriksaan para saksi.

Kepala desa dan aparat desa Baudaok  terlibat dalam kasus dugaan korupsi dana desa selama tiga tahun anggaran yakni, 2015, 2016 dan 2017.

Sesuai hasil perhitungan tim auditor resmi Pemerintah Kabupaten Belu yakni Inspektorat menunjukan, nilai uang yang tidak bisa dipertanggungjawabkan secara hukum senilai Rp.1.020.000.000 lebih. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved