Rabu, 15 April 2026

Pilgub NTT

Dikunjungi Viktor Laiskodat, Esthon Foenay Minta Jangan Jual Tanah Rakyat

Calon Gubernur Esthon Foenay meminta kepada Viktor untuk menjaga tanah rakyat dari investor karena tanah di NTT sudah sangat terbatas.

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Agustinus Sape
POS-KUPANG.COM/RICARDUS WAWO
Esthon Foenay pose bersama pendukungnya seusai pertemuannya dengan Viktor Laiskodat di kediamannya di Kelurahan Oepura, Kota Kupang, Jumat (29/6/2018). 

 Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, RICKO WAWO

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Saat disambangi Calon Gubernur nomor urut 4 Viktor Laiskodat di kediamannyai, Jumat (29/6/2018), Calon Gubernur Esthon Foenay meminta kepada Viktor untuk menjaga tanah rakyat dari investor karena tanah di NTT sudah sangat terbatas.

“Pak Viktor kan pebisnis, saya minta kepada pak Viktor untuk menjaga tanah rakyat. Jadi kalau ada investor yang mau berinvestasi, harap jangan jual tanah rakyat. Tanah itu sebaiknya disewakan sehingga rakyat terlibat sebagai pemegang modal atau saham sehingga pemerintah dapat melindungi rakyat,” kata Esthon sedikit membeberkan isi pertemuannya dengan Viktor Laiskodat di kediamannya di Kelurahan Oepura, Kota Kupang, Jumat (29/6/2018) malam.

Baca: Petani dan PPL dari Timor Leste Ikut Sekolah Lapang Iklim di Desa Boentuka TTS

Mengenakan busana kasual, sweater lengan panjang berwarna kuning, celana panjang hitam dan sandal jepit, Calon Gubernur dari paket Victory-Joss, Viktor Laiskodat menyambangi kediaman Calon Gubernur nomor urut 1, Esthon Foenay.

Viktor yang datang sendiri tanpa ditemani wakilnya Joseph Nae Soi menggunakan mobil Fortuner berwarna putih bersama para  ajudannya.

Mobil yang ditumpanginya diparkir di halaman di dalam kompleks rumah.

Viktor tiba di kediaman calon gubernur yang berpasangan dengan Christian Rotok itu sekira pukul 18.00 Wita dan langsung diterima Esthon dan istrinya yang sama-sama mengenakan baju batik.

Baca: Nusra Youth Day Akan Berlangsung di Kupang, Ini yang Dilakukan 695 Orang Muda Katolik

Selama pertemuan itu berlangsung, pagar rumah Esthon ditutup rapat. Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan di dalam rumah mantan Wakil Gubernur NTT periode 2008-2013 itu.

Pertemuan dua kandidat orang nomor satu di NTT ini berlangsung selama dua jam sejak pukul 18.00-20.00 Wita. Ini merupakan pertemuan pertama Viktor Laiskodat dengan Esthon Foenay setelah pelaksanaan pilgub NTT tiga hari lalu.

Esthon mengaku pertemuan keduanya bukan pertemuan sebagai elite politik, tetapi sebagai saudara. Ia meminta supaya masyarakat tidak perlu membuat klarifikasi soal siapa pasangan yang kuat dan tidak kuat dan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Yang sudah unggul, katanya, siapa saja harus mendukungnya demi NTT.

“Ya, kalau beliau datang ke sini ya pastinya sebagai adik dan kakak, karena (Viktor) lebih muda. Jadi, mari kita bersatu untuk memberikan apresiasi dukungan demi rakyat NTT karena yang menang adalah rakyat,” ujar Esthon.

Ia juga kembali menegaskan kalau kemenangan pasangan calon mana saja merupakan kemenangan milik rakyat.

Mantan Ketua Harian KONI NTT periode 2009-2013 itu membeberkan, selama pertemuan berlangsung. dia dan Viktor hanya bertukar pikiran saja.

“Misalnya, kalau kita mau percepat penanggulangan kemiskinan, kita akan sama-sama mendata secara akurat siapa yang miskin, tinggal di mana, miskin karena apa. Untuk mengatasi kemiskinan ini kita sama-sama menggunakan mitra yang sudah ada yang selama ini berakar dalam masyarakat.”

Baca: Begini Dampak Penutupan Rute Penerbangan Kupang-Bali

Yang dia maksud dengan mitra ini adalah Forum Komunikasi Umat Beragama seperti Unit Pelaksana Diakonia dalam Kristen Protestan, Kelompok Umat Basis (KUB) dalam agama Katolik dan zakat fitrah dan amal sedekah dalam agama Islam.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved