Selasa, 14 April 2026

Siapapun Bupati Sikka Terpilih Kabupaten Sikka Harus Lebih Baik

Untuk lingkar luar, saya akan perjuangkan lagi. Dana Rp 50 miliar tahun 2017 sudah hangus. Pokoknya kalau untuk kepentingan publik, tidak ada

Penulis: Eugenius Moa | Editor: Ferry Ndoen
pos kupang.com, eugenius moa
Melchias Markus Mekeng 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Eginius Mo'a

POS-KUPANG.COM, MAUMERE---Ketua Komisi XI DPR RI, Drs. Melchias Markus Mekeng, mengatakan Aleks Longginus atau Robi Idong yang memperoleh suara terbanyak dalam Pemilukada Sikka, harus mampu membawa kemajuan baru untuk daerah.

"Yang penting bagi saya, bupatinya ganti dululah. Saya akan kawal benar anggaran. Siapapun jadi Bupati Sikka, Roby atau Aleks, saya akan perjuangkan anggaran untuk bangun ini daerah," tegas Melchias kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (28/6/2018) sebelum kembali ke Jakarta.

Melchias membidangi sektor keuangan di DPR RI mengakui bangga tempat asalnya lebih maju. Kota Maumere, kata Melchias, merupakan daerah sangat bagus.

Ia terus mendorong pemerintahan yang baru melanjutkan membangun ruas jalan Lingkar Luar Maumere kearah timur sampai di Wairita dan ke utara sampai di Patisomba.

"Untuk lingkar luar, saya akan perjuangkan lagi. Dana Rp 50 miliar tahun 2017 sudah hangus. Pokoknya kalau untuk kepentingan publik, tidak ada kompromi. Saya tidak perlu dikasih apa-apa. Yang penting untuk pembangunan, ada sesuatu yang berubah. Rakyat diberdayakan, lapangan kerja cukup tersedia," ujarnya.

Ia menyarankan Bupati Sikka terpilih melakukan efisiensi APBD dan mencari terobosan pendanaan yang baru di luar APBD murni.

"Fokus pembangunan infrakstruktur. Kalau kita undang investor ke sini, infrastruktur kita harus kuat," katannya.

Ia juga menyarankan Bupati Sikka yang baru menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah pusat. Jangan mentang-mentang sudah jadi bupati,merasa diri paling hebat.

"Saya angkat topi kepada mantan Bupati Sikka, Sosimus Mitang. Di jaman dia, paling banyak APBN masuk ke Sikka. Dia sangat komunikatif, low profile. Menjalin komunikasi dengan pusat," tegas Melchias.

Dana Rp 40 miliar ganti rugi Bendungan Napung Gete ditanggung pemerintah pusat, Melchias memastikan dana itu akan diberikan. Meski dia tidak tahu persis kapan dicairkan.

"Sudah pasti dicairkan. Saya harus dorong terus, telepon dan tulis surat akan saya lakukan lagi. Saya harap tahun ini bisa jalan. Saya akan perjuangkan sampai tuntas. Saya sudah lakukan ini sejak `bayinya' tahun 2010. Ada keputusan politik, lengkap surat saya," pungkas Melchias. *)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved