Siko, Film Bernilai Sejarah untuk NTT, Indonesia dan Dunia, Wajib Nonton Nih
Siko, sebuah film bernilai sejarah untuk Provinsi NTT, Indonesia dan dunia, wajib ditonton nih, mengharukan.
Penulis: Wilibrordus Kau Suni | Editor: OMDSMY Novemy Leo
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Wili Suni
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Siko, sebuah film bernilai sejarah untuk Provinsi NTT, Indonesia dan dunia, wajib ditonton nih, mengharukan.
Siko, sebuah film pendek karya putra terbaik asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlatar belakang waktu di zaman perang atau zaman jajak pendapat Timor-Timur (kini lebih dikenal dengan nama Timor Leste).
Latar waktu yang diambil adalah tahun 1999, yaitu tahun yang memberi banyak pergejolakan yang menimpa Bangsa Indonesia. Salah satunya adalah Timor Leste dinyatakan berpisah dari Negara Kesatuan Repoblik Indonesia (NKRI).
Baca: Objek Wisata Kolam Jodoh Keren, Tapi Kondisi Jalan Masuk Kesana Bikin Baper
Baca: Kapolres dan Wakapolres Kupang Kota Datangi Sejumlah Janda, Ada Apa Ya?
Baca: Andalkan Tomat Yang Dicampur 6 Bahan Makanan Ini, Bikin Kulitmu Putih dan Mulus, Ladies
Baca: Andalkan Tomat Yang Dicampur 6 Bahan Makanan Ini, Bikin Kulitmu Putih dan Mulus, Ladies
Siko sendiri merupakan nama salah satu aktor atau tokoh di dalam film ini yang kemudian dijadikan sebagai judulnya.
Siko, seorang bocah berusia sekitar 10 tahun yang di dalam film ini, dia kehilangan ibundanya saat perang di Timor Leste.
Ketika itu, ibunya pergi mencari kakak perempuannya yang sedang bermain ke salah satu temanya, ibunya menghilang pada malam itu dan keesokan harinya, Siko menemukan Rosario milik ibunya di jalan, yang saat itu hendak pergi bermain layang-layang bersama temannya.
Secara keseluruhan, film ini diproduksi oleh tiga puluh orang dengan aktor sebanyak enam orang yang dipilih berdasarkan hasil casting oleh crew.
Aktor yang dipilih dalam film ini adalah orang-orang yang saat itu mengalami langsung kisah Jajak pendapat di Timor Leste.
Aktor-aktor ini sekrang tinggal di tempat pengungsian di beberapa tempat di Pulau Timor.
Manuel Alberto Maia, sutradara film Siko yang akrab disapa Abe ini menyatakan, film ini adalah kisah masa kecilnya.
Baca: Jerawatmu Bisa Hilang Dengan 6 Kombinasi Bahan Alami Ini, Yuk Disimak
Baca: 14 Hal Ini Bisa Membuat Tumit Kakimu Pecah-Pecah, Apa Saja Itu?
Baca: Tumit Kakimu Pecah-Pecah, Begini Cara Mengatasinya, Ladies, Gampang Loh
Baca: Temuan Baru, Kafein Bermanfaat untuk Kesehatan Bayi? Benaran Nih?
Dirinya adalah salah satu dari ribuan warga esk Timor Leste yang kini menetap di Kupang.
Film ini diproduksi atas dasar kerinduannya terhadap beberapa kerabatnya yang menghilang saat Jajak pendapat di Timor Leste.
“Saya mengerjakan naskahnya bulan Maret 2017, kemudian proses syutingnya bulan Maret 2018 ini. Proses syutingnya selama tiga hari di Boneana sebagai lokasi yang menggambarkan latar situasi dan tempat yang tidak berbeda jauh dengan Timor Leste pada saat itu”, ujar Abe yang ditemui usai pemutaran perdana film Siko di Aula Museum Daerah NTT, Jumat (22/6/2018).
Abe menyatakan, bahwa biaya produksi film ini lebih dari Rp 60.000.000, dengan sumber dana berasal dari Dana Hibah dan bantuan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/patroli1_20180418_231821.jpg)