Pemerkosa Bule Perancis di Labuan Bajo Disebut Anggota Pramuwisata Indonesia. Begini Tanggapan PHI
DPC HPI Mabar juga mengutuk keras tindakan pelaku pemerkosaan terhadap wisatawan asal Perancis itu.
Penulis: Servan Mammilianus | Editor: Fredrikus Royanto Bau
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Citra Pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) khususnya Labuan Bajo tercoreng.
Hal ini dikarenakan ulah bejat seorang pria, warga lokal yang tega memperkosa bule perempuan asal Perancis di Labuan Bajo.
Mirisnya, tindakan asusila ini terjadi ketika pemerintah dan masyarakat daerah ini sedang gencar mempromosikan pariwisata di NTT termasuk Labuan Bajo.
Pelaku yang diduga berprofesi sebagai pemandu wisata itu menjadi buronan polisi usai melakukan aksi bejatnya.
Berita ini sontak menjadi perhatian publik, terlebih ketika beredar informasi bahwa pelakunya adalah pemandu wisata.
Baca: VIDEO: Mau Aman Saat Traveling, Bawa 10 Barang Ini Untuk Lawan Penganggu
Baca: VIDEO: Lakukan Hal Ini Saat Hadapi Penyerang Berpisau, Cara Nggak Ketebak
Menyikapi hal ini, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), menegaskan bahwa pelaku bukanlah pemandu wisata atau tour guide di bawah naungan DPC HPI di wilayah itu.
"Pelaku atau oknum yang diberitakan tersebut bukan tour guide di bawah naungan DPC HPI Kabupaten Mabar," demikian bunyi poin dua dalam pernyataan sikap dari DPC HPI Kabupaten Mabar.
Pernyataan sikap itu diterima POS-KUPANG.COM pada Hari Rabu (20/6/2018).
DPC HPI Mabar juga mengutuk keras tindakan pelaku pemerkosaan terhadap wisatawan asal Perancis itu.
Baca: Heboh, Payudara Pria Ini Tumbuh, Dokter Lakukan Pengawas Intens
Baca: Foto Pangeran William Saat Acungkan Jarinya Bikin Heboh Kerajaan Inggris
"Kami dari Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Pramuwisata Indonesia, Kabupaten Manggarai Barat (DPC HPI Mabar) Provinsi NTT, memandang perlu untuk menyampaikan pernyataan sikap sekaligus mengklarifikasi serta memberi dukungan kepada aparat keamanan dan Pemda Mabar," bunyi salah satu bagian dalam pernyataan sikap tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pria lokal berinisial A melakukan aksi bejatnya usai mengantarkan bule berinisial MB (22) ini menikmati keindahan obyek wisata air terjun Cunca Wulang, Kabupaten Manggarai Barat.
Bule malang ini terpaksa melayani nafsu bejat A lantaran diancam akan diperkosa beramai-ramai oleh pemuda mabuk.
Baca: Tak Ada Manifes KM Sinar Bangun, Penumpang Bayar Ongkos di Atas Kapal
Baca: Kapal Penuh, Penumpang Telantar dan Tidur Tanpa Alas di Pelabuhan
Kapolres Mabar, AKBP Julisa Kusumowardono, SIK kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (19/6/2018) mengatakan, pihak kepolisian sedang melakukan pengejaran terhadap oknum yang diduga pelaku.
Julisa menjelaskan, peristiwa memilukan itu terjadi pada Hari Selasa (12/6/2018) pukul 16.30 Wita dan dilaporkan ke kepolisian, Rabu (13/6/2018) pukul 15.00 Wita.
"Kronologi kejadiannya, yaitu Hari Selasa tanggal 12 Juni 2018 pukul 12.00 wita, korban dan pelaku bersepakat menuju air terjun Cunca Wulang dengan menggunakan sepeda Motor.
Sepulang dari lokasi air terjun, pelaku mengajak korban untuk berhubungan badan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ilustrasi-pemerkosaan_20170602_075610.jpg)