20 Orang Tewas Akibat Bom Mobil
belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Afghanistan menghadapi pemberontakan yang dilakukan IS dan jejaring
POS KUPANG.COM - - Satu bom mobil membunuh sedikitnya 20 orang yang berada di suatu pertemuan gerilyawan Taliban dan pasukan bersenjata Afghanistan di Nangarhar, kota di bagian timur negara itu, pada Sabtu, kata seorang pejabat.
Peristiwa tersebut terjadi manakala tentara dan kaum militan di tempat lain di negara itu merayakan gencatan senjata yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Puluhan militan Taliban yang tak bersenjata sebelumnya memasuki ibu kota Afghanistan dan kota-kota lain untuk merayakan Idul Fitri setelah bulan puasa Ramadhan berakhir. Tentara dan para militan berangkulan dan melakukan swafoto dengan menggunakan telepon seluler mereka.
Tetapi di beberapa provinsi para pejuang itu membawa peluncur-peluncur roket, granat dan amunisi lain.
Juru bicara kantor gubernur Nangarhar, Attaullah Khogyani, membenarkan terjadi serangan dengan menggunakan sebuah bom mobil di kota Ghazi Aminullah Khan, di jalan utama Torkham-Jalalabad. Sebelumnya dia mengatakan ledakan berasal dari granat yang diluncurkan dengan roket.
Sejauh ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Afghanistan juga menghadapi pemberontakan yang dilakukan IS dan jejaring Haqqani yang bretalian deengan Taliban.
Swafoto
Tentara Afghanistan dan gerilyawan Taliban merayakan gencatan senjata yang belum pernah terjadi sebelumnya yang menandai akhir dari bulan puasa Ramadhan dengan salam, jabat tangan, pelukan dan swafoto.
Taliban mengumumkan gencatan senjata yang mengejutkan selama tiga hari selama liburan Idul Fitri, yang dimulai pada Jumat, kecuali terhadap pasukan asing. Hal tersebut tumpang tindih dengan gencatan senjata pemerintah Afghanistan yang berlangsung hingga Rabu.
Video dan gambar di media sosial menunjukkan tentara yang ceria dan Taliban saling berpelukan dan bertukar salam Idul Fitri di Provinsi Logar dan Zabul di Maidan Wardak di bagian selatan dan tengah negara itu.
Wakil Menteri Dalam Negeri Afganistan Masood Azizi mengatakan gencatan senjata sedang dipantau di seluruh negeri.
"Untungnya tidak ada serangan," katanya.
Para gubernur di Helmand, Kandahar dan Zabul mengatakan kedua pihak telah mematuhi gencatan senjata dan bahwa tidak ada laporan kekerasan selama 24 jam.
Anggota kelompok hak asasi manusia mengadakan pertemuan singkat antara pasukan Afghanistan dan gerilyawan Taliban di ibu kota Helmand. Laskargah, lokasi Taliban telah mengirimkan serangkaian pukulan ke pasukan pemerintah tahun ini.
Pria dan wanita berkumpul di sekitar tentara dan petempur Taliban dan mendesak mereka untuk tetap menyarungkan senjata mereka sebelum mereka berpelukan satu sama lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/afghanistan_20180617_183542.jpg)