Tahun Ini Setya Novanto Lebaran di Lapas Sukamiskin

Hingga saat ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menjerat delapan orang di kasus dugaan korupsi e-KTP.

Tahun Ini Setya Novanto Lebaran di Lapas Sukamiskin
tribunnews.com
Terpidana kasus korupsi proyek KTP elektronik, Setya Novanto menuju pintu masuk lapas saat tiba di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Sukamiskin, Jalan AH Nasution, Kota Bandung, Jumat (4/5/2018). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Hingga saat ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menjerat delapan orang di kasus dugaan korupsi e-KTP.

Mereka yakni mantan PNS Kemendagri Irman dan Sugiharto, pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, mantan Anggota DPR RI Setya Novanto, politikus Partai Golkar Markus Nari.

Pengusaha Anang Sugiana Sudihardjo, keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo-Direktur PT Murakabi Sejaktera dan Made Oka Masagung, pengusaha rekan Setya Novanto.

Baca: Pelatih Baru Spanyol Puji Kualitas Portugal

Catatan Tribunnews.com dari delapan orang ini, tersisa empat orang lagi yang kini mendekam di Rutan KPK. Sementara tiga orang lainnya sudah dieksekusi ke Lapas Sukamiskin, Jawa Barat.

Tiga yang dieksekusi yakni terpidana Irman dan Sugiharto yang dikirim ke Lapas Sukamiskin pada Rabu (2/5/2018).

KPK mengeksekusi setelah status hukum mantan PNS Kemendagri itu berkekuatan hukum tetap. Mereka menjalani masa hukuman di Lapas sesuai putusan Mahkamah Agung (MA).

Status hukum mereka resmi inkracht setelah MA memperberat hukuman Irman dan Sugiharto menjadi masing-masing 15 tahun penjara. Keduanya juga menerima hukuman pidana denda masing-masing Rp 500 juta subsider 8 bulan kurungan.

Vonis dari majelis kasasi MA jauh lebih berat dibandingkan putusan pengadilan tingkat pertama Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Berikutnya ada mantan ketua umum DPP Partai Golkar, Setya Novanto juga telah dieksekusi ke Lapas Sukamiskin pada Jumat (4/5/2018).

Di Lapas khusus para koruptor ini, mantan Ketua DPR itu akan menjalani hukuman selama 15 tahun seperti vonis yang telah dijatuhi Pengadilan Tipikor Jakarta.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved