Ini Imbauan Ketua MUI NTT Kepada Umat Muslim Jelang Hari Raya Lebaran
Ketua MUI NTT, Drs. H. Abdul Kadir Makarim menghimbau kepada seluruh umat muslim agar terus melakukan ibadah puasa sampai lebaran tiba.
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTT, Drs. H. Abdul Kadir Makarim menghimbau kepada seluruh umat muslim agar terus melakukan ibadah puasa sampai lebaran tiba.
"Saya harapkan kepada umat islam agar berpuasa, karena kita masih dalam masa puasa, sampai selesai pada saat lebarannya nanti," kata Makarim kepada POS-KUPANG.COM di kediamannya, Sabtu (9/6/2018).
Baca: Satpol PP DKI Diduga Minta THR ke Pedagang, Begini Akibat yang Terjadi
Makarim mengatakan, umat muslim harus berpuasa sesuai dengan petunjuk Nabi Muhammad SAW. Berpuasa menurut Nabi, harus dilakukan sampai selesai. Untuk mencapai puasa yang sempurna, maka harus menjauh dari hal-hal yang membatalkan puasa.
"Karena sama saja kalau kita sudah puasa, tapi karena ada hal-hal tertentu sehingga membuat kita batal berpuasa. Oleh karena itu harus menjauh dari hal-hal yang menggagalkan puasa kita," imbuh Makarim.
Sebagai umat muslim yang baik, jelas Makarim, tidak perlu berlebihan dalam mempersiapkan diri menjelang lebaran. Hal itu terutama persiapan mengenai makan minum pada saat lebaran tiba.
Menurutnya, masih banyak orang di NTT yang miskin. Orang seperti itu, tambah Makarim, sangat membutuhkan makanan, sehingga ada baiknya agar umat muslim tidak mebuat orang-orang miskin iri hati.
"Saya kira umat muslim jangan persiapkan terlalu berlebihan menjelang hari raya terutama makan minum. Sebab di daerah kita ini banyak orang yang miskin. Tidak boleh membuat orang lain iri hati pada acara kita makan," jelas Makarim.
Selain itu, sebagai umat muslim yang baik, tambah Makarim, kelebihan dalam melakukan persiapan lebaran harus dapat dijadikan zakat. Kewajiban memberikan zakat bagi umat muslim dilakukan paling lamabat sebelum sholat idul fitri.
"Di dalam islam itu ada namanya zakat. Kewajiban memberikan zakat paling lambat sebelum sholat idul fitri dilakukan," tambah Makarim.
Pemberian zakat, jelas Makarim, harus dilakukan karena zakat salah satu unsur kepedulian dari pada umat islam terutama kepada orang yang miskin. Dengan demikian, orang miskin dapat melaksanakan lebaran dengan hati yang senang.
"Jadi jangan kita sendiri yang kenyang. Orang lain yang miskin malah susah. Tidak boleh seperti itu. Harus sama-sama nyaman. Sama-sama kenyang, sama-sama bahagia," imbuh Makarim.
Makarim mengatakan, saat ini situasi dan kondisi di NTT aman dan damai. Situasi aman dan damai harus tetap dijaga dan dipertahankan oleh seluruh umat baik umat muslim maupun umat non muslim sehingga tidak ada aktivitas yang meresahkan umat.
"Kita harapkan kondisi yang demikian dipertahankan terus sampai lebaran dan sampai selamanya. Karena siapa lagi yang mempertahankan kalau bukan dari kita sendiri," ujar Makarim.
Menurut Makarim, sebagai sesama umat beragama, baik muslim maupun non muslim, mempunyai kepentingan yang sama dalam menjaga kerukunan antar umat beragama. Sehingga setiap umat wajib menjaganya. (*)