Satpol PP DKI Diduga Minta THR ke Pedagang, Begini Akibat yang Terjadi

Sebuah video yang menampilkan seorang laki-laki menyebut Satpol PP DKI Jakarta meminta THR kepada pedagang di kawasan Jakarta Selatan.

Satpol PP DKI Diduga Minta THR ke Pedagang, Begini Akibat yang Terjadi
KOMPAS.COM
Ratusan Satpol PP dilepas untuk melakukan penyegelan bangunan di Pulau B dan D, Kamis (7/6/2018). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Beberapa saat yang lalu viral sebuah video yang menampilkan seorang laki-laki menyebut Satpol PP DKI Jakarta meminta tunjangan hari raya (THR) kepada pedagang di kawasan Jakarta Selatan.

Video tersebut diunggah pemilik akun Facebook Viena Effendy pada Jumat (8/6/2018) siang. Video tersebut sontak menimbulkan beragam komentar masyarakat.

Baca: Bertengkar dengan Pasangan, Sopir Serudukkan Mobil Rombongan Jemaat ke Pohon

Dalam video tersebut tampak seorang laki-laki memakai kaus berwarna hijau tengah memegang selembar uang Rp 10.000 dan kertas bertuliskan "THR Lebaran Pol PP" lengkap dengan daftar nama.

"Ini dari pedagang-pedagang Jakarta Selatan. Tolong Bapak Anies, Bapak Sandi, ini masa Satpol PP minta THR ke pedagang kecil. Kami nyari uang susah. Padahal sudah bayar uang keamanan, kebersihan, setiap hari. Nih pedagang kecil masih dimintain THR, emang dari Pemprov DKI enggak ada dana APBD untuk bayar THR buat Satpol PP? Tolong diurus ya Bapak Anies, Bapak Sandi, gubernur kita, DKI Jakarta," kata laki-laki dalam video berdurasi 40 detik itu.

Menanggapi video tersebut Kepala Satpol PP Jakarta Selatan, Ujang Harmawan mengaku telah memerintahkan Satpol PP di tingkat kecamatan untuk menyelidiki kebenaran informasi dalam video tersebut.

"Ini kami selidiki. Nanti kalau perlu kami cari orangnya. Kami minta klarifikasi, kebenaran, dan siapa bisa tunjukkan kalau misalnya anggota itu benar meminta kepada PKL," kata Ujang saat dikonfirmasi, Jumat.

Ia menegaskan, aparatur pemerintahan dilarang memberikan atau menerima gratifikasi, termasuk meminta THR.

Ada sanksi tindakan disipilin yang akan diberikan kepada aparatur pemerintahan yang melanggarnya.

Namun, Ujang belum mau memberitahukan jenis sanksi tersebut sebelum kebenarannya terungkap.

Sehari setelah viralnya video tersebut, Ujang menyebut pihaknya sudah menginterogasi dua pedagang yang mengaku dimintai THR oleh Satpol PP.

Dari hasil interogasi diketahui, ternyata keduanya dimintai THR oleh koordinator pedagang.

Selain itu, Ujang juga mendengar uang yang dikumpulkan itu bakal dibelikan takjil untuk Satpol PP. Ia membantah anak buahnya meminta atau menerima uang dari pedagang. "Anak-anak sudah dapat THR kemarin, enggak ada kami minta-minta sama pedagang," ujar Ujang, Sabtu (10/6/2018).

Ujang menyebut telah melaporkan dua pedagang yang mengaku telah dimintai uang tunjangan hari raya (THR) oleh anggota Satpol PP.

Ujang menilai kedua pedagang itu telah memfitnah Satpol PP Jakarta Selatan setelah video pengakuan mereka viral di media sosial. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved