Herawati Sandiningtyas Senang Mengajar Anak-anak.

Apple Tree Pre School, menggelar acara perpisahan dan penamatan siswa-siswi TK, di Swiss Bellin Kristal Hotel Kupang

Penulis: Lexy Manafe | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/LEXI MANAFE
Herawati Sandiningtyas, salah seorang guru di Apple Tree Pre School Kupang, disela kegiatan perpisahan dan penamatan siswa-siswi TK, di Swiss Bellin Kristal Hotel Kupang, Jumat (8/6/2018). 

Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Lexy Manafe.

POS-KUPANG.COM|KUPANG- Apple Tree Pre School, menggelar acara perpisahan dan penamatan siswa-siswi TK, di Swiss Bellin Kristal Hotel Kupang, Jumat (8/6/2018).

Ditemui POS-KUPANG.COM, di akhir dari kegiatan tersebut, Herawati Sandiningtyas, salah seorang guru, mengatakan, menjadi guru tidaklah mudah Apalagi mengajari anak-anak.

Menurutnya, sosok guru tentu saja bukan hanya bisa mengajar dan mengajar, tetapi sosok guru harus bisa mendidik peserta didiknya dan juga bisa menjadikan anak didiknya menjadi manusia yang berguna dan berjasa bagi orang tua, negara, nusa dan bangsa.

Diakuinya, seseorang yang ingin menjadi guru di Apple Tree Pre School tentu harus mempunyai kemampuan yang mumpuni.

"Untuk mengajar anak-anak, kita harus tahu bagaimana menenangkan anak, bagaimana anaknya merasa nyaman di sekolah," jelas Herawati.

Menjadi guru bagi anak-anak, diakuinya membawa banyak manfaat. "Kita sebagai guru menjadi lebih awet muda karena selalu tersenyum dan tertawa bersama mereka," ungkap gadis yang mengaku sudah berpengalaman menjadi guru selama 12 tahun ini.

Gadis kelahiran tahun 1986 ini, mengaku, bercanda dan bermain bersama anak-anak merupakan terapi baginya ia memiliki masalah.

"Anak-anak ini polos, lucu, dan ceria. Jadi waktu kita ada masalah di luar ketika sampai di sini kita merasa seperti tidak ada masalah. Mereka membuat suasana menjadi lebih ceria. Ketika kita bersama mereka, suasana menjadi lebih hidup. " tutur Herawati.

Namun, almuni Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga ini, mengaku, banyak tantangan yang ia alami selama mengajar.

"Ketika anak baru masuk sekolah, biasanya ada yang menangis karena tidak mau berpisah dengan orangtua mereka. Hal ini merupakan tantangan bagi para guru. Kita harus berusaha semaksimal mungkin agar mereka nyaman di sekolah," tuturnya.

Untuk anak didiknya yang diluluskan hari itu, ia berharap, mereka menjadi lebih baik lagi kedepannya dan bisa menunjukan kemampuan dan keahlian mereka yang mereka pelajari selama berada pada tingkat Taman Kanak-kanak.(*)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved