Fransiskus dan Adrianus Senang Desa Persiapan Diresmikan
Tamu dan rombongan diarak menuju tempat acara diringin tarian Sarafai atau tarian penjemputan tamu kehormatan.
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Gordi Donofan
POS-KUPANG. COM | MBAY -- Suasana ramai nampak di Kampung Nuamuri Desa Mbaenuamuri Kecamatan Keo Tengah Kabupaten Nagekeo, Rabu (30/5/2018).
Ratusan warga memadati disepanjang jalan menuju kantor desa Mbaenuamuri.
Kurang lebih dua ratus meter sebelum kantor terdapat belasan penari mengenakan pakaian adat khas Nagekeo.
Mereka tampak berbaris rapi saat itu. Mereka tampak siap menjemput tamu kehormatan yang akan tiba dikampung itu.
Warga saat itu sedang menjemput rombongan Penjabat Sementara Bupati Nageko, Kosmas D. Lana.
Kosmas D. Lana bersama rombongan tiba dikampung itu sekitar pukul 11.00 Wita.
Kedatangan Kadis Koperasi dan UKM Provinsi NTT itu dalam rangka peresmian Desa Persiapan Mbaenumuri I Kecamatan Keo Tengah.
Tamu dan rombongan diarak menuju tempat acara diringin tarian Sarafai atau tarian penjemputan tamu kehormatan.
Sebelum diarak menuju tempat acara terlebih dahulu seorang petugas menyampaikan ucapan selamat datang atau yang dikenal dengan bahasa setempat Bea.
Bea wajib dikumandangkan dalam bentuk bahasa daerah sebagai ucapan selamat datang dan ucapan terima kasih atas kunjungan ke Desa tersebut.
Belasan penari tampak semangat menghantar tamu memasuki tempat acara. Lenggak-lenggok tubuh mereka terlihat saat itu. Cuaca yang cukup panas saat itu tak mereka hiraukan. Mereka tetap menikmati suasana itu.
Di kiri-kanan jalan sudah dipadati warga. Mereka tampak antusias saat itu. Tua muda, laki-laki, perempuan hadir saat itu.
Senyum dan canda tawa terlihat saat itu.
Rupanya pemekaran desa menjadi dambaan bagi warga Mbaenumuri.
Beberapa warga kepada Pos Kupang, mengaku bangga dan senang karena kedatangan PJs Bupati Nagekeo, Kosmas D. Lana, untuk meresmikan desa persiapan.
Warga mengaku dengan adanya desa baru pelayanan kepada masyarakat lebih dekat, pembangunan lebih cepat dan kesejahteraan pasti akan dirasakan oleh warga desa.
"Tentu kami bangga. Ini yang sangat kami rindukan. Sehingga ki kedepan tidak jauh lagi untuk mendapat pelayanan karena sudah ada kantor desa persiapan Mbaenuamori I," ungkap Fransiskus, warga Mbaenuamuri I.
Fransiskus mengatakan, selama ini merindukan desa baru. Tapi hari ini bisa terwujud.
Warga lain, Adrianus Djuma, mengaku bangga karena pelayanan lebih dekat. Selama ini agak susah. Tapi semua memang aman dan lancar. Tapi dengan adanya desa baru akses lebih mudah dan lebih dekat lagi.
"Kami senang pak. Karena kami bisa lebih dekat dengan kantor desa. Sehingga pelayanan tidak susah, " ungkap Adrianus.
Sementara ketua forum pemekaran, Viktor Moda, mengaku bangga karena perjuangan selama ini tidak sia-sia. Viktor mengaku bersyukur karena semua warga dan pihak-pihak terkait mendukung forum pemekaran.
"Ini rahmat besar untuk kita. Untuk pendekatan pelayanan, efektifitas pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, " ungkap Viktor.
Viktor mengajak agar semua warga berpartisipasi dalam proses pembangunan di Desa. Sehingga pembangunan lebih cepat dan tidak ketinggalan.
"Saya mengajak kita semua agar sama-sama membangun Desa Mbaenuamori I. Sehingga Desa Mbaenuamori I tidak tertinggal dalam bidang pembangunan," ajak Viktor.
Viktor juga mengatakan proses peresmian merupakan awal dari sebuah proses pembangunan. Masih ada hal-hal yang harus dikerjakan kedepan. Sehingga butuh kekompakan dan kebersamaan semua warga Desa.
"Kita sama-sama bulatkan tekad untuk membangun Desa ini. Hari ini awal masih ada tantangan. Terima kasih semua pihak yang sudah berkontribusi dalam pemekaran desa ini," ungkap Viktor.
Pjs Bupati Nagekeo, Kosmas D. Lana, meminta warga desa Mbaenuamuri agar menjaga persatuan dan kesatuan. Sehingga proses pembangunan kedepan lebih cepat.
Kosmas D. Lana juga mengajak warga untuk tidak hidup berkotak-kotak. Hidup harus selalu damai dan gotong-royong harus dibudayakan kembali.
"Nilai kegotong-royongan itu yang harus itu ada. Jangan kita abaikan itu. Karena itu merupakan nilai kemanusiaan yang paling tinggi. Aspek lain adalah harus menjaga kemajemukan. Kemajemukan itu yang kita jaga dan mari kita junjung tinggi itu, " ungkap Kosmas D. Lana.
Kosmas D. Lana meminta warga untuk menghindari segala konflik. Sehingga hidup bermasyarakat tidak terpecah belah.
"Aneh kalau didesa ada perkelahian, percecokan, pertengkaran. Itu bukan hal yang baik. Orang
Itu jangan hidup didesa. Orang yang suka fitnah itu tidak sejahtera. Kalau ada yang iri hati dengki. Itu batinya tidak sejahtera. Karena Desa itu sebuah persekutuan," ungkap Kosmas D. Lana.
Kosmas D. Lana, mengaku esensi dari sebuah desa adalah persekutuan atau perserikatan.
"Mari kita pahami dibalik ini semua. Kalau kita kembali sejarah. Yang disebut Desa itu adalah Pesekutuan Masyarakat yang diikat secara sosial, ekonomi, adat, maupun secara politik. Secara sosial sama. Secara budaya dan adat istiadat bahkan diikat dalam satu kesatuan misalkan mata pencaharian. Didesa juga ada persekutuan adat istiadat," ungkap Kosmas D. Lana.(*)