Dugaan Penculikan Anak di Kupang
Sebelum Anak Jaksa Diduga Diculik. Ayahnya Kerap Dapat Ancaman. Ini Pengakuan Kasi Pidsus Kundrat
Kundrat Mantolas, ayah Richard, adalah pejabat di Kejaksaan Timor Tengah Utara, sebagai Kasi Pidana Khusus Kejari TTU.
POS-KUPANG.COM, KEFA -- Ini pengakuan mengejutkan dari ayah Richard, bocah berusia 4 tahun yang hilang saat bermain di depan rumahnya. Keluarga melaporkan kasus dugaan penculikan ini ke Polres Kupang Kota.
Kundrat Mantolas, ayah Richard, adalah pejabat di Kejaksaan Timor Tengah Utara (TTU). Ia menjabat sebagai Kasi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari TTU.
Kepada pos-kupang.com, Kundrat mengaku, sejak beberapa tahun terakhir, dirinya memang sering mendapat ancaman.
Baca: BREAKING NEWS: Anak Jaksa Dikabarkan Jadi Korban Penculikan
Baca: Ratusan Siswa SMPN 8 Kupang Kenakan Pakaian Tenun Dalam Pengumuman Kelulusan UN 2018
Baca: Terbakar Cemburu Asmara, Kakek 60 Tahun Tikam Pemuda Hingga Tewas.
Namun ancaman dari oknum tak dikenal tersebut, bukan menyasar keluarganya tetapi langsung mengancam akan menghabisi nyawanya.
Dirinya mengaku, ancaman seperti itu merupakan bagian dari resiko pekerjaan yang diembannya.

Dirinya enggan berspekulasi jika hilangnya sang buah hati memiliki kaitan dengan kasus yang sedang ditangani Kejari TTU Saat ini.
"Kalau ancaman mau celakai saya itu sudah sejak beberapa tahun terakhir. Tetapi saya sadar ini bagian dari resiko pekerjaan saya," ujarnya.
"Selama ini tidak ada ancaman yang menyasar keluarga saya sehingga saya tidak ingin berspekulasi terkait hubungan hilangnya anak saya dengan kasus yang ditangani Kejari TTU, " kata Kundrat.
Untuk mencari tahu keberadaan sang anak, Kundrat mengaku segala cara sudah ditempuh.
Mulai dari melapor kepihak kepolisian hingga menyebarkan informasi hilangnya sang anak ke sosial media dan para teman.
Ia meminta dukungan dan bantuan dari semua pihak agar anaknya bisa segera ditemukan.
"Saat ini saya tidak bisa omong terlalu banyak. Saya hanya minta bantuan seluruh pihak agar anak saya bisa segera ditemukan. Saya juga berharap teman-teman dari kepolisian bisa segera mendapatkan informasi terkait keberadaan anak saya," ycapnya.
Hilang saat Bermain di Depan Rumah
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang bocah laki laki empat tahun diinformasikan hilang di sekitar rumahnya di wilayah Liliba, Kota Kupang pada Senin (28/5/2018) pagi.
Bocah yang dikabarkan menggunakan kaus putih itu terakhir dilihat oleh tetangga bermain di depan rumahnya di Blok D Nomor 38 Perumahan Budianto Sejahtera Bersama (BSB) Liliba, Jalan Fatudela 2, Liliba Kecamatan Oebobo Kota Kupang.
Netty, ibu bocah itu ketika dihubungi Pos Kupang pada Senin (28/5/2018) pagi membenarkan informasi bahwa anaknya hilang sekitar pukul 07.00 Wita. Namun Netty belum memberikan informasi tentang anaknya.
Baca: Anak Jaksa Diduga Diculik. Ini 5 Fakta Kronologisnya. Nomor 3 Mencurigakan
"Kita sudah laporkan ke Polisi (Polres Kupang Kota), saat ini kita sedang sibuk cari. Jadi belum bisa kasih informasi," tutur Netty.
Bocah itu, Richard (4) merupakan putera Kunrat Mantholas, Kasipidsus Kejari Timor Tengah Utara, NTT. Dugaan sementara keluarga, Richard menjadi korban penculikan.
Richard dan adiknya, Wilar, bersama pembantu rumah mereka keluar rumah menuju warung yang terletak di samping rumah mereka.
Ketika Wilar dikejar oleh pembantu rumah di belakang warung, saat itu Richard bermain seorang diri di depan warung.
Saat itu juga, terparkir sebuah mobil Avansa putih dan terlihat dua orang mencurigakan dengan jacket dan masker mondar mandir sekitar warung.
Ketika sampai d depan warung, Richard sudah tidak berada di situ. Mobil putih yang mencurigakan itu pun tidak lagi berada di tempat itu.
Lapor Polisi
Di Ruang SPKT Polres Kupang Kota sekitar pukul 11.40 Wita Senin (28/5/2018), perempuan berkaos hijau itu duduk di depan meja piket menghadap tiga anggota polisi yang bertugas.
Wajahnya sangat tegang. Sambil berkomunikasi dengan petugas, sesekali ia mengangkat telepon untuk menjawab panggilan di telepon genggam itu.
Perempuan itu, Netty, isteri Kunrat Manthulas, Kasipidsus Kejari Timur Tengah Utara, NTT.

Netty mendatangi Mapolres Kupang Kota untuk membuat laporan kehilangan anaknya, Richard (4) pada Senin (28/5/2018) sekira pukul 07.00 Wita di depan rumanya di kompleks Perumahan SBD Liliba Kota Kupang.
Bocah yang dikabarkan menggunakan kaus putih itu terakhir bersama dengan Wilmar, adiknya serta pembantu rumah mereka, berbelanja di warung samping rumahnya.
Saat pembantunya mengejar adiknya yang bermain di belakang warung, Richard bermain di depan warung.
Ketika pembantu rumah itu menuju ke depan warung, Richard sudah tidak berada di situ.
Dugaan sementara keluarga, Richard menjadi korban penculikan karena menurut beberapa saksi di lokasi itu, ada sebuah mobil Avanza putih yang diparkir di depan rumah itu.
Di mobil itu, juga terlihat dua laki-laki dengan tingkah yang mencurigakan. Seorang laki-laki itu, terlihat mengenakan jacket hitam dan masker.
Ditangani PPA
Kasus dugaan penculikan anak Kasi Pidsus Kejari TTU, Kunrad Manthulas yang terjadi Senin (28/5/2018) pagi di Perumahan BSB Liliba Kupang kini ditangai Unit Perlindungan Perempuan dan Anak, Satreskrim Polres Kupang Kota.
Berdasarkan pantauan Pos Kupang di Mapolres Kupang Kota pada Senin (28/5/2018) sekira pukul 14.00 Wita, isteri Kunrad Manthulas atau ibu korban, Netty berada di ruang Unit PPA Polres Kupang Kota. Tampak Netty memberikan keterangan pada kanit PPA, Bripka Brigitha N. Usfinit SH.
Netty yang menggunakan sweater warna hijau bergambar itu, datang sendirian tanpa didampingi sang suami, Kunrad Manthulas ataupun kerabat.
Seperti diberitakan sebelumnya, Senin (28/5/2018) sekira pukul 07.00 Wita di depan rumanya di kompleks Perumahan SBD Liliba Kota Kupang, Richard (4) anak pasangan Kunrad dan Netty diduga diculik oleh dua orang yang tidak dikenal.
Baca: Gara-gara Mohamed Salah, Suasana Masjid Tertua di Inggris Ini Berubah Total. Apa yang Terjadi?
Baca: Waspadai Dua Titik Kerusakan Jalan di Jalur Bandara El Tari
Kedua pria yang tampak mencurigakan itu menggunakan mobil Avanza yang pada saat kejadian sempat diparkir d depan rumah korban.
Bocah yang dikabarkan menggunakan kaus putih itu terakhir bersama dengan Wilmar, adiknya serta pembantu rumah mereka, berbelaja di warung samping rumahnya.
Saat pembantunya mengejar adiknya yang bermain di belakang warung, Richard bermain di depan warung. Ketika pembantu rumah itu menuju k depan warung, Richard sudah tidak berada di situ.
Hingga berita ini ditulis, ibu korban dan pihak PPA Satreskrim Polres Kupang Kota belum dapat dikonfirmasi karena sedang dalam proses pengambilan keteranga. (pos-kupang.com/din/hh)