Detik-Detik Putri Diana Sebelum Meninggal. Petugas Pemadam Kebakaran Ungkap Kecelakaan 20 Tahun Lalu

Saat kecelakaan terjadi, 31 Agustus 1997 lalu, Putri Diana sedang bersama sang kekasih, Dodi Al Fayed, penjaga, dan seorang supir.

Editor: Bebet I Hidayat
Ist.
Luar Biasa! Bukan Emas atau Berlian, Ini Warisan Putri Diana untuk Anak-anaknya 

POS-KUPANG.COM -- Kecelakaan Princess of Wales, Putri Diana menjadi berita yang menarik perhatian dunia.

Meski kecelakaan itu terjadi pada 31 Agustus 1997 lalu, namun kecelakaan tragis di Perancis itu masih memiliki daya tarik untuk diperbincangkan bagi masyarakat.

Saat kecelakaan terjadi, Putri Diana sedang bersama sang kekasih, Dodi Al Fayed, penjaga, dan seorang supir.

Dodi Fayed merupakan anak dari miliarder asal Mesir.

Putri Diana menjalin kasih dengan Dodi setelah resmi bercerai dengan Pangeran Charles.

Karena kisah cintanya tersebut, Putri Diana menjadi orang yang paling diincar paparazzi.

Baca: Mengharukan, Putri Diana Dihadirkan Dalam Pernikahan Anak Bungsunya, Pangeran Harry dan Meghan

Baca: Senyum Sinis Kate & Tatapan Tajam Ratu Elizabeth kepada Meghan Saat Pernikahan, Ada Apa Sebenarnya?

Baca: Bahasa Tubuh Meghan Markle kepada Pangeran Harry Setelah Menikah Jadi Sorotan. Ini Maknanya!

Banyak paparazzi yang menjual hasil jepretan Putri Diana.

Di hari kecelakaan terjadi, Putri Diana bersama sang kekasih dikejar oleh para paparazzi.

Ketika memasuki terowongan Pont de I'Alma, tiba-tiba mobil yang ditumpangi Putri Diana hilang kendali.

Mobil tersebut mengalami kecelakaan tunggal di mana kondisi mobil menjadi rusak parah.

Bahkan, sang supir dan Dodi Al Fayed meninggal di tempat.

Pemadam kebakaran segera menyelamatkan korban dari reruntuhan mobil.

Satu petugas pemadam kebakaran mendengar kata-kata terakhir Putri Diana saat mereka mengeluarkannya dari mobil.

Petugas pemadam kebakaran yang bernama Xavier Gourmelon, menceritakan bahwa  setelah kedatangan tim penolong, mereka melihat Putri Diana dalam keadaan sadar dengan mata terbuka lebar.

Lalu, Diana ditaruh di atas tandu untuk dibawa ke rumah sakit.

Saat diletakkan di atas tandu, Putri Diana menderita serangan jantung namun petugas pemadam kebakaran menghidupkannya kembali.

Putri Diana mulai bernapas lagi dan petugas pemadam kebakaran berpikir jika dia akan bertahan.

Dilansir dari independent.co.uk, begini pengakuan Xavier Gourmelon.

"Kami sangat dekat dan butuh waktu kurang dari tiga menit untuk mencapainya. Bersama 10 orang anggota, kami menggunakan dua mobil pemadam. Mobil itu berantakan dan kami hanya menghadapinya sebagai kecelakaan lalu lintas. Kami langsung bekerja untuk melihat siapa yang membutuhkan pertolongan dan siapa yang masih hidup. Ketika sampai di mobil, saya bisa melihat supirnya sudah meninggal dan tidak ada yang bisa dilakukan untuknya. Fayed berada di belakang dan dalam kondisi buruk, dia mengalami serangan jantung di dalam mobil dan saat dia dibawa keluar, dia dinyatakan meninggal oleh seorang paramedis. Pengawal di depan sadar, tapi dia terjebak dan mengalami luka parah, "kata Gourmelon.

"Dia terus menanyakan keadaan sang putri, dan berkata, 'Di mana dia? Dimana dia'? Tapi tim saya menyuruhnya untuk tetap tenang dan tidak berbicara. Kukatakan padanya jika tak satu pun dari orang-orangku fasih berbicara bahasa Inggris, jadi lebih baik dia tetap diam dan tidak bergerak. Saya mengatakan kepadanya untuk tidak khawatir kami menjaga semua orang. Wanita itu, yang kemudian saya temukan adalah Putri Diana, berada di kursi belakang. Dia bergerak sangat sedikit dan saya bisa melihat dia hidup. Saya melihat dia mengalami luka ringan pada bahu kanannya , selain itu, tidak ada luka yang signifikan. Sama sekali tidak ada darah di tubuhnya," kata Gourmelon.

"Saya memegang tangannya dan menyuruhnya untuk tenang dan tetap diam, saya bilang saya ada di sana untuk membantu dan meyakinkannya. Dia berkata, 'Ya Tuhan, apa yang terjadi?' Saya memberinya oksigen dan saya berada di sampingnya saat dia dibawa keluar dari mobil. Sejujurnya saya pikir dia akan baik-baik saja. Sejauh yang saya tahu, saat berada di ambulans, Putri Diana masih hidup dan saya berharap dia tetap hidup. Tapi saya tahu kemudian dia meninggal di rumah sakit. Itu sangat menjengkelkan. Saya tahu sekarang ada luka dalam yang serius, tapi keseluruhan kejadian masih sangat banyak dalam pikiran saya. Dan kenangan malam itu akan tinggal bersama saya selamanya,"  tambah Gourmelon.

Cerita Sang Pilot 

Salah satu gambar yang paling diingat setelah kematian Putri Diana adalah saat peti jenazahnya diturunkan dari pesawat, ditutupi bendera Royal Standard.

Graham Laurie, yang sudah ratusan kali menerbangkan keluarga kerajaan Inggris Raya hingga ia pensiun pada 2000 lalu, menceritakan kisah perajalanan terakhir Putri Diana bersamanya, bertepatan dengan peringatan 20 tahun kematian sang Princess of Wales.

"Saya senang jadi pilotnya, dari pada orang lain yang tidak mengenalnya atau tim Royal Household," kata Laurie (71), dikutip dari laman Telegraph.

Laurie harus mengganti radio saat perjalanan dari RAF Northolt ke Paris dan sebaliknya, menggunakan radio militer UHF demi menghindari informasi tentang Sang Putri diketahui pengintai yang menggunakan frekuensi sipil ATC.

"Kami perlu menjaganya serahasia mungkin, dan saya rasa, tidak ada yang bisa membajaknya," kata dia.

Baca: Terkait THR dan Gaji 13, Begini Tanggapan Wakil Walikota Kupang

Laurie mengenang ada pergantian pesawat di menit-menit terakhir karena peti perlu tempat.

Operasi pemulangan jenazah itu berhasil karena mereka baru saja berlatih keadaan darurat jika salah satu keluarga kerajaan meninggal.

Biasanya, rencana penerbangan untuk kematian sudah dipersiapkan, rincian perjalanan pada 1997 lalu diadakan mendadak di lapangan, secara tidak sengaja pendaratan diperkirakan pukul 19.00.

Tanpa ia ketahui, Perdana Menteri, militer dan pers dunia sudah berkumpul di RAF Northolt pada jam itu, sehingga ia merasa tertekan.

Mengenai kesannya terhadap Pangeran Charles, ia berkata "sangat tenang. Di akhir acara, dia mendatangi saya untuk bilang terima kasih telah membantu perjalanan lancar".

Spikulasi Kematian Putri Diana 

Kepolisian Inggris, Sabtu (17/8/2013) lalu  menerima informasi terkait kematian Putri Diana dan Dodi al-Fayed, termasuk dugaan bahwa ibunda Pangeran William itu dibunuh seorang prajurit Inggris.

Scotland Yard mengatakan mereka kini tengah menyelidiki informasi itu dan memeriksa kredibilitasnya.

"Kami memeriksa informasi itu namun ini bukanlah penyelidikan kembali (kasus kematian Diana)," demikian Scotland Yard.

Informasi itu disampaikan oleh mantan mertua prajurit tersebut kepada polisi metropolitan Inggris lewat kesatuan polisi militer.

Baca: Fadli Zon Sebut THR Bermotif Politik, Begini Jawaban Menohok Menkeu Sri Mulyani

Putri Diana, Dodi al-Fayed, dan supirnya Henri Paul tewas setelah mobil Mercedes yang mereka tumpangi menabrak dinding terowongan Pont de l'Alma, tak lama setelah mereka meninggalkan Hotel Ritz, Paris pada 31 Agustus 1997.

Penyelidikan kasus kematian Putri Diana ini berlangsung hingga 90 hari dan memeriksa sebanyak 250 orang saksi.

Pada 7 April 2008, panel juri memutuskan bahwa Putri Diana tewas terbunuh akibat kelalaian dalam mengemudikan kendaraan.

Seorang mantan komisaris kepolisian Metropolitan Lord Stevens dalam laporannya yang dipublikasikan pada Desember 2006 menolak klaim bahwa Putri Diana dan Dodi al-Fayed tewas dibunuh.

Hasil penyelidikan Lord Stevens menyimpulkan Putri Diana tidak dibunuh mata-mata Inggris dan dia tidak sedang hamil saat meninggal dunia.

Saat Operasi Paget -nama operasi penyelidikan kematian Diana- ditutup, disimpulkan bahwa pengemudi Mercedes, Henri Paul dalam keadaan mabuk melarikan mobil itu terlalu kencang.

Hasil otopsi menunjukkan darah Henri Paul mengandung 1,74 gram alkokol per liter, atau dua kali batas maksimum yang diperbolehkan di Inggris. (tribun-timur.com/pos-kupang.com)

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved