Bukan Karena Adara Taista Cantik. Begini Alasan Rasyid Rajasa Menikahinya
Sebelum meninggal dunia, Adara Taista sempat melakukan salat subuh bersama suaminya Rasyid Rajasa
Kemunculan bercak hitam atau perubahan pada tahi lalat yang sudah ada biasanya menjadi pertanda umum atau gelaja melanoma.
"Melanoma itu yang biasa disebut kanker kulit tapi pada Adara Taista tidak berada di permukaan kulit melainkan di organ dalam," tutur Hatta Rajasa.
Melanoma memang tidak selalu dimulai dari tahi lalat. Penyakit mematikan ini juga bisa menyerang kulit yang jarang terpapar sinar ultraviolet. Bahkan, kemunculan melanoma juga bisa terjadi pada organ dalam seperti yang diderita Adara Taista.
"Terkadang melanoma juga bisa muncul di bawah kuku, di mulut, saluran pencernaan, saluran kemih, vagina dan bagian mata." Demikian tulis aladokter.com.
Baca: Dokter Riddel: Terima Kasih Bupati dan Masyarakat Malaka
Sebelum dirawat dan menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Moriyama Memorial, Tokyo, Jepang, pada Sabtu (19/5/2018), Adara Taista sempat berobat di Indonesia, Singapura bahkan sampai ke Amerika Serikat.
"Kita juga berobat di Indonesia, Singapura, Amerika dan terkahir di Jepang. Tapi semua mengatakan memang belum diketemukan," kata Hatta Rajasa.
Dari kepergian Adara Taista akibat Kanker Kulit Melanoma, Hatta Rajasa berharap agar Indonesia dan dunia dengan alasan kemanusiaan, dapat melakukan riset atau penelitian untuk menemukan obat penyakit tersebut.
"Kita berharap bangsa kita dan dunia untuk kegiatan kemanusiaan dapat melakukan riset demi menemukan obat penyakit kanker melanoma.
Jika ditemukan obatnya, maka akan mengurangi angka kematian yang disebabkan oleh Kanker Kulit Melanoma," kataHatta Rajasa.
Belum Ada Obatnya
ADARA Taista, menantu mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, wafat setelah berjuang melawan kanker melanoma.
Hatta mengungkapkan, hingga kini belum tersedia obat untuk menyembuhkan kanker kulit yang cukup ganas itu.
"Adara menderita sakit yang disebut dokter kanker melanoma. Melanoma itu yang biasa disebut kanker kulit, tapi dia tidak berada di permukaan, tapi berada di dalam permukaan," jelas Hatta Rajasa saat pemakaman Adara di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Senin (21/5/2018).
Hatta berharap, tenaga ahli di Tanah Air melakukan penelitian terkait kanker tersebut.
Adara sudah mencoba berobat ke sejumlah negara.