VIDEO: Tinju Adat di Kampung Focolodorawe Nagekeo

Ritual yang oleh masyarakat setempat disebut etu ini sebagai bentuk ungkapan syukur atas hasil panen yang diperoleh.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordy Donovan

POS-KUPANG.COM | NAGEKEO - Tinju adat digelar di Kampung Focolodorawe, Kecamatan Baowae, Kabupaten Nagekeo, Sabtu (12/5/2018). Ritual yang oleh masyarakat setempat disebut etu ini sebagai bentuk ungkapan syukur atas hasil panen yang diperoleh.

Keramaian menyelimuti perkampungan adat yang berjarak sekitar 15 Km dari Boawae. Tua muda, besar kecil, laki-laki dan perempuan memadati lapangan tempat berlangsungnya tinju adat. Para penonton bukan hanya warga kampung itu, tetapi juga berasal dari desa-desa tentangga.

Mereka menyaksikan tinju adat yang digelar setahun sekali. Para petarungnya adalah anak-anak dan remaja pria.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Nagekeo, Ndona Andreas Corsini menjelaskan filosofi tinju adat. Menurutnya, kekerabatan yang dibangun dan darah yang tercecer saat tinju menyucikan manusia dan kampung.

"Filosofinya itu bahwa kekerabatan dibangun dan darah yang tercecer saat tinju (darah manusia) itu menyucikan kampung tersebut. Bukan cuma kampungya tapi manusianya dari segala noda, cela dan segala macamnya," jelas Ndona.

Menurut orang Nagekeo, lanjut Ndona, darah yang keluar itu lebih tinggi nilainya dari pada korbankan binatang. "Jadi darah yang keluar dari tubuh petinju itu menyucikan kampung halaman dan warganya," katanya.

Simak video tinju adat di atas.(*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved