Papalele Tenun Ikat Kuasai Tiga Gedung, Penjual dari Kampung Berteduh di Atap Langit

Tiga unit gedung los di Pasar Alok, Kota Maumere, Pulau Flores dikuasai oleh segelintir papalele tenun ikat

Papalele  Tenun  Ikat  Kuasai  Tiga Gedung, Penjual  dari   Kampung  Berteduh di  Atap  Langit
istimewa
Aksesoris kalung dari bahan tenun ikat Sikka karya Sherly Irawati. 

Laporan REPORTER POS KUPANG.COM, Eginius Mo’a

POS-KUPANG.COM|MAUMERE--- Tiga  unit gedung los  di Pasar  Alok, Kota Maumere, Pulau  Flores  dikuasai  oleh segelintir papalele  tenun  ikat. 

Keadaan  itu  menyebabkan  para penjual tenun  ikat  yang  datang dari  kampung-kampung  di  Kabupaten  Sikka  tidak mendapatkan  tempat jualan di dalam   gedung.

Setiap  hari Pasar  Alok  pada  Selasa  setiap  pekan,  penjual  tenun  ikat   menggelar  kain  tenun ikat di  halaman parkir. Kain  tenun  dijemur   di bawah terik  matahari, penjual  menyingkir  berteduh di bawah pohon atau  emperan  kios.

Penjual tenun ikat menggelar  dagangan di halaman  parkir   Pasar  Alok, Kota Maumere, Pulau  Flores, Selasa  (15/5/2018).
Penjual tenun ikat menggelar dagangan di halaman parkir Pasar Alok, Kota Maumere, Pulau Flores, Selasa (15/5/2018). (POS KUPANG/EUGINIUS MO'A)

Mirisnya   tiga unit  los pasar   yang lumayan luas sekitar 100-an meter  persegi/unit gedung hanya dikuasai  kelompok  kecil papalele. Mereka  memasang  tali keliling  tiang  gedung lalu mamajang  kain  tenun. Sedangkan  puluhan penjual  kain  tenun yang dominan  perempuan  tak kebagian  tempat di  dalam  gedung.

Baca: Bupati Tote Minta Warga Matim Waspadai Tamu Asing

Baca: Pungutan Liar Masih Marak di Terminal Kota Lawawalang Larantuka

Maria  Fransiska,  perempuan  penjual  tenun  ikat   asal    Desa Nelle  Urung, Kecamatan  Nele, menuturkan semua penjual tenun  ikat sering mengalami  perlakuan kasar  penagih karcis. Ketika   mereka protes   membayar  karcis  Rp 1.000,  karena jualan di bawah terik, petugas mengancam membuang  kain tenun.

“Kami  tenun saja  sudah setengah mati,  dia enak-enak  ancam sepak  kain tenunan,” ujar Maria. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved