Sabtu, 2 Mei 2026

Bom di Surabaya

Aksi Bakar Lilin Pray For Surabaya di Depan Gereja di Kupang

Ini aksi independen tetapi sama sekali tidak melibatkan gereja katolik apalagi paroki Katedral Kristus Raja,

Tayang:
Penulis: Ryan Nong | Editor: Ferry Ndoen
TRIBUNNEWS
Ledakan bom bunuh diri di GKI Surabaya, Minggu (13/5/2018) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko W

POS-KUPANG.COM-Setelah aksi teror bom di tiga gereja di Kota Surabaya pagi tadi, beredar ajakan aksi bakar lilin bertajuk NTT Berduka Pray For Surabaya di lokasi depan Gereja Katedral Kristus Raja Kota Kupang pada Minggu, 13 Mei 2018 pukul 19.00. Ajakan yang disebarkan melalui media sosial ini tidak mencamtukan identitas koordinator, penyelenggara dan pihak yang bertanggungjawab.

Terkait hal ini, salah satu pastor di lingkup gereja katolik Keuskupan Agung Kupang kepada Pos Kupang, menyebutkan, aksi bakar lilin iin sama sekali bukan inisiatif Gereja Katolik. Ia menambahkan, pihak Katedral Kristus Raja sendiri tidak bertanggungjawab terhadap aksi ini.

"Ini aksi independen tetapi sama sekali tidak melibatkan gereja katolik apalagi paroki Katedral Kristus Raja," kata imam yang tidak mau disebutkan namanya ini, Minggu (13/5).

Bahkan, tambahnya, guna menghindari adanya mobilisasi massa dan provokasi, pejabat gereja lingkup Keuskupan Agung Kupang sendiri mengimbau kepada umat untuk pulang dan berdoa di rumah masing-masing, alih-alih mengikuti kegiatan aksi bakar lilin itu.

"Direncanakan aksi akan dilakukan sehabis misa kelima, dan kebanyakan umat yang mengikuti misa ini adalah anak muda. Momen ini yang dimanfaatkan," tandasnya. (*)

Baca: Bom Meledak di Surabaya, Ternyata Begini Reaksi Remaja Kota Kupang Ini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved