David Goodall, Ilmuwan Terkemuka Habiskan Rp 152 Juta untuk Bunuh Diri dengan Damai

Biaya proses bunuh diri diyakini mencapai sekitar Rp 80 juta hingag Rp 181 juta dengan proses kematian memakan waktu 30 menit.

David Goodall, Ilmuwan Terkemuka Habiskan Rp 152 Juta untuk Bunuh Diri dengan Damai
DailyMail.co.uk
Dr David Goodal berpamitan dengan seorang cucunya saat hendak berangkat dari Badara Perth menuju Swiss untuk melakukan euthanasia. 

Menurut theguardian.com, 20 Agustus 2014 lalu, satu dari lima orang yang melakukan perjalanan ke Swiss untuk mengakhiri hidup mereka datang dari Inggris.

Menurut penelitian yang menunjukkan bahwa jumlah warga negara asing yang mengunjungi negara itu meningkat dua kali lipat dalam empat tahun.

Baca: Brimob Asal NTT Bripka Prencje Tewas Ditusuk, Begini Kata-kata Perpisahan Putranya

Dalam sebuah studi Universitas Zurich menunjukkan bahwa bahwa jumlah warga negara asing yang melakukan tindakan untuk mengakhiri hidupnys sendiri -- disebut "turis bunuh diri"-- di Klinik Dignitas Swiss, meningkat dari 86 di 2009-172 pada tahun 2012.

Dari 611 orang yang melakukan perjalanan ke negara untuk tujuan antara 2008 dan 2012, semua tapi empat di antaranya pergi ke Klinik Dignitas, 126 berasal dari Inggris, kedua Jerman, menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Etika Medis.

Januari 2003, Reginald Crew, 74, penderita penyakit saraf motor adalah pembalap Inggris pertama yang bunuh diri di klinik Dignitas dan mempublikasikan kasusnya.

Ia mengatakan sebelumnya bahwa itu akan menjadi "berat dari bahu saya, seperti pergi berlibur".

Pasien lainnya termasuk Daniel James, 23, atlet remaja rugby Inggris mengakhiri hidupnya setelah mengalami lumpuh dari dada ke bawah setelah mengalami kecelakaan ketika latihan.

Orang tuanya mengatakan mereka telah mencoba untuk mengubah pikirannya, tapi dia "seorang pemuda yang cerdas pikiran sehat" yang "tidak siap hidup dengan kondisi kelas dua."

Pada bulan Juli 2009 konduktor dihormati Sir Edward Downes dan istrinya, Joan, mengakhiri hidup mereka secara bersama-sama di klinik itu.

Sir Edward, 85, hampir buta dan istrinya 74 tahun itu menjadi satunya yang mengasuh.

Halaman
1234
Editor: Bebet I Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved