Selasa, 21 April 2026

Polisi Tembak Warga Sumba Barat

Aktivis GMNI Minta Oknum Polisi Pelaku Penembakan Diproses Hukum

Para aktivis GMNI meminta kepolisian Polres Sumba Barat harus memastikan proses hukum berjalan sebagaimana harapan masyarakat daerah ini.

Penulis: Petrus Piter | Editor: Fredrikus Royanto Bau
POS KUPANG/PETRUS PITER
Aktivis GMNI saat mengadakan aksi demonstrasi di Mapolres Sumba Barat, Selasa (8/5/2018) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM|WAIKABUBAK - Aktivis gerakan mahasiswa nasional indonesia (GMNI) Cabang Weetabula Sumba Barat Daya (SBD) bersama Ikatan Mahasiwa Lamboya, Sumba Barat, mendesak Kapolres Sumba Barat, AKBP Gusti Maychandra Lesmana, S.ik memproses oknum polisi yang diduga melakukan penembakan hingga menewaskan Poro Duka di Desa Patiala Bawah, Jecamatan Lamboya, tanggal 25 April 2018.

Baca: ASTAGA! Warga Geruduk  Pengadilan Negeri Maumere. Begini Tuntutan Mereka

Baca: Kok Bisa Ya? Kantor Bea dan Cukai Dua Kabupaten ini Diresmikan di Atambua

Hal itu disampaikan Aktivis GMNI Cabang Weetabula dan Ikatan Mahasiswa Lamboya, Zosimus Luli Hada bersama puluhan aktivis GMNI lainnya melakukan aksi demonstrasi ke Markas Polres Sumba Barat, Selasa (8/5/2018) siang.

Para aktivis prihatin atas meletusnya peristiwa yang merenggut nyawa Poro Duka, warga setempat.

Karena itu para aktivis meminta kepolisian harus memastikan proses hukum berjalan sebagaimana harapan masyarakat daerah ini.

Baca: Wanita di Kota ini Bersedia Menikahi Seorang Pria Cina Hanya dengan Rp 2,5 Juta Plus Janji Aneh

Para mahasiswa menilai tindakan kekerasan yang mematikan itu melanggar hak asasi manusia.

Karenanya siapapun yang terlibat baik anggota kepolisian dan pihak yang ditindak tegas sesuai koridor hukum yang berlaku. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved