Danrem Sebut Ancaman Sengketa Perbatasan di Depan Mata

Beberapa bangunan dibangun Timor Leste seperti kantor,kapela dan public place lainnya. Mirisnya penduduk yang tinggal di Naktuka keluarga berasal dari

Danrem Sebut Ancaman Sengketa Perbatasan di Depan Mata
pos kupang.com, maria eno toda
Danrem 161 Wira Sakti Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa SE,MM saat menerima cendiramata dari dari Rektor Undana Prof. Ir. Fredrik L. Benu di Aula Undana Senin (7/5/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM Maria A E Toda

POS-KUPANG.COM|KUPANG- Korem 161 Wira Sakti menggelar Focus Group Discussion (FGD) mengenai makna dan implementasi butir-butir kesepakatan Oepoli antara Liurai Sila, Sonbai Sila, Benu Sila, Afo Sila demi rekoniliasi di perbatasan RI-RDTL di lantai 3 Aula Undana bersama para akademisi Undana Senin (7/5/2018).

Dalam sambutannya sekaligus membuka FGB Danrem.menyebut mengenai ancaman sengketa perbatasan yang sudah nyata dan ada di depan mata.

Menurut Danrem, sudah ada pemanfaatan lahan pertanian di lahan yang berstatus Kuo yang luasnya sebesar 1069 hektar. Dan Bahkan menurut Danrem sudah ada kampung dan kampung tersebut bernama Naktuka dengan jumlah penduduk sudah mencapai 69 KK.

" Beberapa bangunan juga dibangun pihak Timor Leste seperti kantor,kapela dan public place lainnya. Mirisnya penduduk yang tinggak di Naktuka adalah sanak keluarga yang berasal dari Amfoang artinya warga negara Indonesia tetapi mereka ber KTP Timor Leste ini yang kita takutkan jangan sampai kita kehilangan ini," ujar Danrem.

Untuk itu menurut Danrem pihaknya sudah melakukan. pertemuan dengan raja-raja dan menghasilkan kesepakatan secara adat. " Pertemuan pada saat itu telah menghasilkan pernyataan bersama dituangkan dalam bentuk tertulis berupa delapan poin pernyataan kesepakatan bersama yang ditandai tantangani oleh Keempat Raja, yaitu Raja Liurai, Raja Sonbai, Raja Amfoang dari Indonesia dan Raja Ambenu dari Timor Leste", jelas Danrem 161/Wira Sakti.

Lebih lanjut dikatakan bahwa Korem 161/Wira Sakti saat ini juga melaksanakan pembangunan sasaran fisik dan non fisik . " Sekarang sedang dilaksanakan Operasi Teritorial TNI di Desa Netamnanu Utara dan Desa Netamnanu Selatan, Kec. Amfoang Timur, Kab Kupang" sebut Danrem 161/Wira Sakti.

Diakhir sambutannya, Danrem161/Wira Sakti menyampaikan bahwa dalam rangka mendukung maksimalnya upaya penyelesaian sengketa Perbatasan RI-RDTL, Korem 161/Wira Sakti mengajak komponen masyarakat terutama para akademisi dengan keahlian yang dimiliki memberikan pemikiran dan pendapat.

"Lewat FGD ini diharapkan mendapat pemikiran dan pendapat dari para ahli dan para pakar, sebagai kontribusi terbaik kepada pemerintah dalam menyelesaiakan permasalahan ini.", pungkas Danrem 161/Wira Sakti. (ff)

Baca: Semua Kafilah Kabupaten Hadir, Ini yang Dikatakan Razak Jakra

Penulis: Maria Enotoda
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved