Minggu, 3 Mei 2026

Ini PeringatanPiet Jemadu. Bisnis Pariwisata di Labuan Bajo Perhatikan Lingkungan

Sampah yang mengotori laut tentu mengganggu habitat laut. Bagaimana kalau ikan makan plastik, lalu ikan itu dimakan oleh manusia

Tayang:
Penulis: Servan Mammilianus | Editor: Ferry Ndoen
POS KUPANG/SERVAN MAMILIANUS
Pantai Labuan Bajo dihidupi oleh berbagai jenis ikan.   

Laporan Wartawan POS KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO- Ahli hukum bisnis dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Piet Elias Jemadu, SH.M.Hum, mengingatkan pihak-pihak yang berkaitan dengan pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), untuk serius memperhatikan lingkungan hidup karena berkorelasi dengan bisnis pariwisata di daerah itu.

Menurutnya, saat ini terjadi penurunan kualitas lingkungan di kawasan habitat Komodo karena kegersangan.

Selain itu, bisnis pariwisata di Flores Barat itu telah mendatangkan arus wisatawan banyak tanpa memperhatikan kenyamanan binatang langkah komodo.

Semakin banyak wisatawan yang berkunjung melihat Komodo kata dia, maka kemungkinan terganggunya kenyamanan komodo semakin besar. Hal tersebut bisa berimbas pada memburuknya bisnis pariwisata di daerah itu.

"Salah satu hal yang perlu dilakukan adalah kontribusi berupa harga pas masuk wisatawan yang hendak melihat Komodo harus dinaikan. Tetapi kontribusi itu, harus juga secara serius digunakan untuk biaya peningkatan kualitas lingkungan, termasuk bertujuan untuk memperbanyak mangsa dari komodo," kata Piet kepada wartawan, Sabtu (6/5/2018).

Persoalan sampah kata dia, berpengaruh langsung bagi kemajuan bisnis pariwisata di daerah itu.

"Sampah yang mengotori laut tentu mengganggu habitat laut. Bagaimana kalau ikan makan plastik, lalu ikan itu dimakan oleh manusia. Itu sama dengan ikan makan racun, lalu ikan itu dimakan oleh manusia," kata Piet.

Menurutnya, bila keindahan laut Labuan Bajo terus dirusaki oleh sampah maka arus wisatawan bisa menurun dan bisnis pariwisata terancam.

Kepada pemerintah Kabupaten Mabar dia menyarankan agar gagasan dan penerapan tata kota harus terus diperhatikan secara serius dan terarah.(*)

Baca: Meski Bertangan Buntung, Pemulung Ini Mampu Membiayai Kuliah Adik dan Istrinya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved