Kabupaten Lembata Ternyata Punya Alat Musik Khas, Usianya Lebih Tua dari Sasando

Alat musik Tatong yang terbuat dari bambu dan membunyikannya dengan cara dipukul merupakan satu-satunya alat musik khas Lembata

Kabupaten Lembata Ternyata Punya Alat Musik Khas, Usianya Lebih Tua dari Sasando
POS-KUPANG.COM/FRANS KROWIN
Penjabat Sekda Lembata, Anthanasius Aur Amuntoda juga sejumlah pejabat menari diiringi musik tatong saat Hardiknas di Desa Balauring, Rabu (2/5/2018). 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.Com, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Alat musik Tatong yang terbuat dari bambu dan membunyikannya dengan cara dipukul merupakan satu-satunya alat musik khas Lembata. Alat musik tersebut merupakan warisan leluhur orang Kedang yang kini mulai dilestarikan.

Konon kabarnya, alat musik itu lebih tua usianya dari alat musik Sasando yang berasal dari Pulau Rote. Untuk itulah Pemerintah Kabupaten Lembata kini sedang melestarikannya.

Upaya pelestariannya, selain melalui pementasan yang dilakukan secara terus-menerus, pemerintah juga akan menjadikannya sebagai salah satu muatan lokal yan diajarkan pada semua jenjang pendidikan di daerah itu.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lembata, Apolonaris Mayan, saat memberikan komentar ketika alat musik Tatong itu ditampilkan untuk memeriahkan Hardiknas 2018 di Desa Balauring, Kecamatan Omesuri, Rabu (2/5/2018).

Para siswa memainkan Tatong, alat musik tradisional dari Lembata.
Para siswa memainkan Tatong, alat musik tradisional dari Lembata. (POS-KUPANG.COM/FRANS KROWIN)

Di Lembata saat ini alat musik Tatong sering diperdengarkan. Alat musik itu biasanya ditampilkan saat Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur melakukan kunjungan kerjanya ke Kedang, yang meliputi dua wilayah kecamatan, yakni Omesuri dan Buyasuri.

Kecuali itu, Tatong juga ditampilkan saat pagelaran seni budaya di daerah tersebut. Dan, bila ada hajatan pemerintah kabupaten di luar daerah, semisal Jakarta, maka alat musik Tatong juga biasa ditampilkan.

“Alat musik ini merupakan warisan budaya leluhur yang menjadi kebanggaan masyarakat Lembata. Itulah sebabnya, pemerintah akan menjadikannya sebagai bahan ajar muatan lokal di sekolah-sekolah,” ujar Apolonaris Mayan yang juga mantan Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Lembata.

 (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved