Peringati Hari Buruh dan Hardiknas, Mahasiswa di Kupang Gelar Aksi di Dinas Dikbud NTT
Puluhan mahasiswa menggelar unjuk rasa di depan kantor Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Jl. Soeharto Kota Kupang, Selasa (1/5/2018) Pagi.
Penulis: Gerardus Manyela | Editor: Agustinus Sape
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana
POS-KUPANG.COM l KUPANG - Puluhan mahasiswa menggelar unjuk rasa di depan kantor Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Jl. Soeharto Kota Kupang, Selasa (1/5/2018) Pagi.
Massa aksi ini tergabung dalam Aliansi Rakyat NTT (ART-NTT) yang terdiri dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Wilayah NTT, LMND EK. Kupang, Aksi Kaum Muda Indonesia (AKMI), POPRATER, GP AMBAL dan Kelompok Diskusi Aintasi dan Buruh.
Baca: Puluhan Ribu Anggota KSPI Padati Istora Senayan, Histeris Nonton Video Demo yang Dibubarkan
Koordinator aksi, Mesak Bria, dalam orasinya mengatakan aksi massa yang dilakukan merupakan respons untuk memperingati Hari Buruh Internasional dan Hari Pendidikan Nasional 2018.
Massa aksi juga menyoroti tragedi berdarah yang terjadi di pesisir pantai Marosi, Desa Patiala Bawah, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, yang menewaskan satu warga bernama Poro Duka.
Aksi massa dilakukan sekira pukul 09.30 Wita.
Secara bergantian massa aksi melakukan orasi menggunakan pengeras suara.
Mereka membawa bendera dari masing-masing organisasi.
Baca: Dinas Nakertrans Provinsi NTT Gelar Peringatan Hari Buruh Sedunia, Berbagai Komponen Hadir
Mereka juga memegang poster bergagang kayu bertuliskan tolak politik upah murah, nasionalisasi aset-aset negara, cabut UU PT No 12 Tahun 2012, cabut UU MD3, Perppu Ormas dan MoU TNI-POLRI, Bubarkan BEM, MPM, UKM, dan Menwa serta bangun Dewan Mahasiswa.
Tolak Outsourcing, cabut PP No 78 Tahun 2015, tolak pembungkaman demokrasi dalam kampus, penuhi hak-hak pekerja perempuan, wujudkan pendidikan gratis, ilmiah dan demokratis, tuntaskan masalah PTN dan PTS di NTT.
Poster lain bertuliskan solidaritas untuk rakyat Desa Patiala Bawah, Copot Kapolres Sumba Barat dan cabut perizinan PT Sutera Marosi serta tuntaskan masalah Poro Duka.
Baca: SBSI Kota Kupang Terima 60 Pengaduan Tenaga Kerja Selama 2018
Aksi massa oleh aktivis mahasiswa dan pemuda ini mencuri perhatian pengguna jalan dan masyarakat Kota Kupang.
Aksi ini dijaga ketat aparat Polres Kupang Kota. Mereka terlihat mengenakan seragam mengatur lalu lintas yang macet. (*)