Polisi Tembak Warga Sumba Barat

Aksi Solidaritas Kasus Marosi, Umbu Agus: Kami Turun ke Jalan Tuntut Keadilan

Kami sebagai pemuda Aliansi Sumba yang turun ke jalan hari ini hanya untuk menuntuk hak-hak keadilan bagi seluruh rakyat yang tertindas.

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
Ketua koordinator umum aksi solidaritas untuk kasus Marosi, Umbu Agus dan sejumlah aktivis demo untuk Marosi di Mapolda NTT, Senin (30/4/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM | KUPANG - "Kami sebagai pemuda Aliansi Sumba yang turun ke jalan hari ini hanya untuk menuntuk hak-hak keadilan bagi seluruh rakyat yang tertindas, terkhusus bagi kasus yang menimpa Poro Duka. Kami minta kasus ini diusut hingga tuntas."

Hal ini disampaikan Ketua Koordinator Umum Aksi Solidaritas untuk Kasus Marosi, Umbu Agus, kepada Pos-Kupang.Com di sela-sela aksi solidaritas untuk Marosi di Polda NTT, Senin (30/4/2018).

Baca: Penasehat Hukum Keluarga Inginkan Kepolisian Jujur Ungkap Kasus Kematian Poro Duka

Umbu mengatakan, pada saat ini mereka semua berduka dengan meninggalnya Poro Duka. Karena itu kehadiran mereka baik di DPRD NTT maupun di Polda NTT hanya untuk menyuarakan keadilan.

"Kami datang untuk mencari keadilan. Kami tidak anarkis. Kami sedang berduka, sebab itu semua aspirasi kami tolong didengar," kata Umbu.

Baca: Di Hadapan Kapolda NTT, Keluarga Ungkap Benda yang Diduga Proyektil Peluru di Lambung Korban

Ketua Umum Gerakan Pembinaan Rohani Muda Katolik Sumba (GPRMKS) ini mengatakan, tidak seorangpun yang lahir di dunia ini untuk membenci orang lain, hanya karena perbedaan ras, warna kulit, agama dan bahkan beda latar belakangnya.

"Orang juga harus belajar membenci, karena dari dengan cara membenci kita belajar cara mencintai, yaitu cintai terhadap sesama manusia bukan untuk dimusuhi. Pada saat ini kami pemuda sumba lagi berduka cita atas meninggalnya saudara kami Poro Duka," katanya.

Dikatakannya, duka tersebut diduga disebabkan oleh penembakan dari oknum pihak Kopolisian Sumba Barat yang tidak bisa bertanggung jawab.

"Kematian Poro Duka adalah sinyal tanda bahaya bagi warga negara Indonesia yang memperjuangkan negerinya. Poro Duka adalah martir bagi kami anak muda, dia boleh saja ditiadakan oleh pihak negara atas kepentingan investasi korporasi. Tapi api perjuangan akan tetap menyala dan semakin membara di dada kami," jelasnya. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved